Vaksin Pneumokokus Bisa Cegah Gejala Parah Virus Corona Pada Anak

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 06 Februari 2021 | 15:42 WIB
Vaksin Pneumokokus Bisa Cegah Gejala Parah Virus Corona Pada Anak
Ilustrasi virus corona Covid-19, vaksin pneumokokus (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, lansia dan orang dalam kondisi kesehatan tertentu lebih mungkin menderita infeksi parah dan berisiko meninggal dunia. Tapi, anak-anak justru tidak terlalu terpengaruh parah jika terinfeksi virus corona.

Anak-anak yang menderita komplikasi dan gejala virus corona Covid-19 parah pun hanya sebagian kecil, bila dibandingkan orang dewasa dan lansia.

Tapi, mereka yang rentan mengalami gejala dan komplikasi parah akibat virus corona juga perlu diperhatikan. Meski, sekarang ini peneliti belum terlalu yakin penyebab beberapa anak terus mengalami penyakit parah.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Gangguan virus membuat anak-anak lebih aman

Para peneliti dari University of Missouri di AS dilansir dari The Health Site, mengatakan bahwa anak-anak yang menerima vaksinasi flu musiman cenderung tidak mengalami gejala virus corona Covid-19.

Temuan studi baru menunjukkan bahwa anak-anak positif virus corona yang menerima vaksin influenza pada musim flu, memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami masalah pernapasan atau penyakit parah lainnya.

Menurut peneliti, pertumbuhan suatu virus dapat dihambat oleh infeksi virus sebelumnya. Fenomena ini disebut gangguan virus dan bisa terjadi ketika penyerang virus pertama adalah virus yang tidak aktif, seperti kasus pada vaksin flu.

Penelitian dalam jurnal Cureus, mereka juga meninjau catatan dari 905 pasien anak yang didiagnosis menderita virus corona Covid-19 untuk menentukan riwayat vaksinasi influenza setiap pasien.

Tim menemukan bahwa anak-anak dengan virus corona yang menerima vaksin pneumokokus juga memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami penyakit simptomatik.

Penelitian pada populasi anak sangat penting karena anak-anak memainkan peran penting dalam penularan virus corona Covid-19.

Menurut para peneliti, penting juga untuk mengeksplorasi hubungan antara vaksinasi dan gejala COVID-19 dalam studi multiras geografis yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Bersin, Batuk 10 Kali Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19

Bukan Bersin, Batuk 10 Kali Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 14:07 WIB

Bolehkah Gabungkan Vaksin Pfizer dan Oxford? Ini Kata Ahli!

Bolehkah Gabungkan Vaksin Pfizer dan Oxford? Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 12:32 WIB

Tanda Darurat Medis Virus Corona, Cek Perubahan Warna Jari Kaki!

Tanda Darurat Medis Virus Corona, Cek Perubahan Warna Jari Kaki!

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB