Bukan Bersin, Batuk 10 Kali Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 Februari 2021 | 14:07 WIB
Bukan Bersin, Batuk 10 Kali Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona Covid-19
Batuk (Pixabay/nastya_gepp)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin maupun berbicara. Tapi, penelitian baru menemukan batuk memiliki risiko 10 kali lebih besar untuk menyebarkan virus corona Covid-19 dibandingkan berbicara dan bernapas.

Para ilmuwan mengatakan penelitian ini mungkin menjelaskan penyebab banyak pekerja National Health Service (NHS) terinfeksi virus corona dan berisiko lebih besar terinfeksi penyakit tersebut.

Data terbaru menjelaskan penyebab staf NHS mungkin terserang virus corona Covid-19. Pekerja rumah sakit empat kali lebih mungkin tertular Covid-19 daripada populasi umum.

Para ahli telah meminta APD dan ventilasi rumah sakit yang lebih baik sebagai hasil dari studi bersama oleh University of Bristol dan North Bristol NHS Trust.

Kualitas APD yang lebih tinggi, seperti masker respirator FFP3 yang perlu digunakan tim medis di bangsal ICU. Karena, perawatan medis yang membutuhkan tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAD) untuk mendukung pernapasan pasien menghasilkan partikel virus dalam jumlah lebih besar.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Staf yang bekerja di area lain, seperti panti jompo dan operasi GP hanya perlu menggunakan masker bedah untuk melindungi mereka dari partikel besar virus corona Covid-19. Meski demikian, masker bedah hanya memberikan sedikit perlindungan untuk partikel kecil virus corona.

Penelitian baru yang belum ditinjau sejawat, menunjukkan risiko penularan virus corona Covid-19 akan lebih besar dari yang diperkirakan.

Dr James Dodd, konsultan pengobatan senior pernapasan di North Bristol Lung Centre dan University of Bristol, mengatakan CPAP tidak menghasilkan aerosol. Faktanya, aerosol berkurang dibandingkan dengan pernapasan normal dan berbicara.

"Batuk justru penghasil aerosol virus corona yang lebih banyak. Bahkan risikonya tampak jauh lebih besar dari yang diperkirakan," jelas Dr James Dood dikutip dari The Sun.

baca juga

Rose Gallagher, dari Royal College of Nursing, mengatakan penelitian ini memberikan dukungan pada perlindungan lebih besar untuk petugas kesehatan di rumah sakit.

Sebab, setidaknya 883 petugas kesehatan dan perawatan meninggal dunia karena virus corona Covid-19 antara Maret hingga Desember 2020 di Inggris dan Wales.

Terkait dengan varian baru virus corona Covid-19, pemeriksaan komprehensif memang diperlukan dan rekomendasi APD yang lebih baik juga sangat sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Gabungkan Vaksin Pfizer dan Oxford? Ini Kata Ahli!

Bolehkah Gabungkan Vaksin Pfizer dan Oxford? Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 12:32 WIB

Tanda Darurat Medis Virus Corona, Cek Perubahan Warna Jari Kaki!

Tanda Darurat Medis Virus Corona, Cek Perubahan Warna Jari Kaki!

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 12:00 WIB

Studi Terbaru: Antibodi Covid-19 Paling Lama Bertahan selama 6  Bulan

Studi Terbaru: Antibodi Covid-19 Paling Lama Bertahan selama 6 Bulan

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 11:11 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

×