Pandemi Virus Corona Belum Usai, Kongo Waspadai Wabah Ebola Lagi!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 17:23 WIB
Pandemi Virus Corona Belum Usai, Kongo Waspadai Wabah Ebola Lagi!
Ilustrasi pandemi ebola. (Shutterstock)

Suara.com - Kongo bersiap menghadapi wabah Ebola di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang belum usai. Hal ini diwaspadai setelah seorang pria di kota Butembo, North-Kivu baru saja terinfeksi Ebola beberapa bulan terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini juga mengatakan seorang wanita telah meninggal dunia setelah menunjukkan tanda-tanda infeksi virus Ebola beberapa hari. Ebola adalah virus mematikan yang menyebabkan perdarahan dan kegagalan organ.

WHO mengatakan hasil sampel darah wanita itu telah terbukti adanya virus Ebola. Sayangnya, wanita itu lebih dulu meninggal dunia sebelum tahu diagnosisnya.

Wanita itu diketahui menikah dengan seorang penyintas Ebola. Tetapi, masih belum jelas cara dan proses wanita itu tertular virus Ebola.

Karena, kasus ini muncul setelah Kongo Timur menyatankan secara resmi bahwa wabah Ebola di wilayahnya telah berakhir pada Juni 2020 lalu.

Ilustrasi virus. (Shutterstock)
Ilustrasi virus. (Shutterstock)

Tapi, pejabat kesehatan WHO menyatakan kasus kematian wanita itu bukanlah hal yang aneh jika kasus poradis terjadi setelah wabah besar. Sekarang ini, lebih dari 70 orang yang kontak dekat dengan wanita itu telah diperiksa, tapi belum ada yang dilaporkan tertular Ebola.

"Ada kemungkinan wabah Ebola akan berlanjut, karena wanita itu melakukan kontak dengan banyak orang setelah mengalami gejala Ebola," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari Fox News.

Saat ini, vaksin Ebola sedang dikirim ke Kongo. Pemerintah setempat pun bersiap untuk vaksinasi semua warga secepatnya. Tedros juga mengatakan bahwa WHO telah mengirim tim tanggap cepat untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

Wabah virus Ebola ini pertama kali ditemukan di Kongo pada 1976, yang muncul kurang dari 3 bulan setelah wabah di provinsi barat Equateur secara resmi berakhir.

Namun, wabah virus Ebola tahun 2018 di Kongo Timur adalah wabah yang paling mematikan kedua di dunia. Karena, wabah ini menewaskan 2.299 orang.

Wabah itu berlangsung selama hampir dua tahun dan diperangi di tengah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk konflik lain yang mengakar antara epidemi campak terbesar di dunia dan penyebaran virus corona Covid-19.

Pejabat kesehatan WHO mengatakan bahwa wabah Ebola baru berdampak buruk pada sistem kesehatan negara yang rapuh, terutama ketika menghadapi pandemi virus corona Covid-19.

Meskipun ada harapan bahwa indikasi awal dari infeksi ini dapat membantu mengatasi wabah dengan cepat. Tapi, wabah Ebola dan pandemi virus corona yang terjadi berurutan menambah tekanan lebih besar pada semua orang.

Jason Kindrachuk, asisten profesor di departemen mikrobiologi medis dan penyakit menular di Universitas Manitoba Kanada, melakukan penelitian tentang orang yang selamat dari wabah Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang paling mematikan.

Menurut penelitian di New England Journal of Medicine, virus Ebola sangat menular dan dapat tertular melalui cairan tubuh, seperti muntahan, darah atau air manis. Virus juga bisa hidup di air mani laki-laki selama lebih dari 3 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkembangan Terkini Vaksin Merah Putih, Target Bisa Dipakai Akhir 2021

Perkembangan Terkini Vaksin Merah Putih, Target Bisa Dipakai Akhir 2021

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:35 WIB

Awas, 5 Penyakit Ini Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19

Awas, 5 Penyakit Ini Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:59 WIB

Awas, Pasien Penyakit Gusi 9 Kali Berisiko Meninggal akibat Virus Corona!

Awas, Pasien Penyakit Gusi 9 Kali Berisiko Meninggal akibat Virus Corona!

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 15:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB