Awas, Pasien Penyakit Gusi 9 Kali Berisiko Meninggal akibat Virus Corona!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 09 Februari 2021 | 15:31 WIB
Awas, Pasien Penyakit Gusi 9 Kali Berisiko Meninggal akibat Virus Corona!
Ilustrasi rongga mulut, sakit gigi, penyakit gusi (Pixabay/ivanovgood)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan, pasien virus corona Covid-19 dengan penyakit gusi memiliki risiko 4,5 kali lebih tinggi membutuhkan ventilator dan 9 kali lebih mungkin meninggal dunia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Periodontology mengungkapkan bahwa pasien dengan masalah rongga mulut 3,5 kali lebih berisiko menjalani perawatan intensif akibat virus corona Covid-19.

Pada awal tahun 2020 lalu, sebagian besar dokter gigi tidak membuka praktik secara tatap muka karena masa isolasi untuk mencegah penularan virus corona. Hal ini menyebabkan banyak orang melakukan tindakan sendiri atau DIY di rumah ketika memiliki masalah dengan kesehatan mulutnya.

Padahal pemeriksaan rutin oleh ahli bisa membantu menjaga kebersihan mulut dan mencegah penyakit gusi yang parah.

Eddie Crouch, Ketua British Dental Association, mengatakan lebih dari 20 juta orang telah mengabaikan pemeriksaan kesehatan mulutnya karena pandemi virus corona. Sehingga dokter gigi tidak bisa menemukan masalah mulut yang sedang berkembang.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Sedangkan, banyak orang memiliki masalah dengan penyakit gusi. Tetapi, dampak dari penyakit gusi itu tetap tergantung pada tubuh masing-masing.

"Pada beberapa orang, penyakit gusi membuat tubuh bereaksi berlebihan dan orang bisa kehilangan tulang dengan cepat. Mereka yang rentan terhadap penyakit gusi agresif juga rentan terhadap respons agresif dari virus corona," jelas Eddie Crouch dikutip dari The Sun.

Para ahli di Complutense University of Madrid, Spanyol menganalisis lebih dari 500 pasien virus corona Covid-19. Pasien dengan penyakit gusi parah (periodontitis) digolongkan sebagai pasien yang kehilangan tula pada dua gigi atau lebih dan memiliki akar retak.

Para ahli juga menemukan bahwa peradangan pada tubuhnya jauh lebih tinggi ketika menderita virus corona Covid-19. Hal inilah yang menunjukkan bahwa peradangan bisa menyebabkan beberapa pasien menderita lebih banyak komplikasi.

baca juga

Profesor Lior Shapira, presiden terpilih dari Federasi Periodontologi Eropa mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peradangan di rongga mulut bisa menjadi pintu masuk dan membuat infeksi virus corona Covid-19 lebih ganas.

"Karena itu, perawatan mulut harus menjadi bagian penting yang direkomendasikan untuk mengurangi keparahan akibat virus corona Covid-19," jelasnya.

Prof Shapira juga telah menggarisbawahi hubungan antara pasien dengan penyakit gusi parah dan penyakit paru-paru yang cukup baik. Selain itu, studinya juga menambahkan bukti lebih lanjut tentang hubungan antara kesehatan mulut dan masalah pernapasan.

Ia mengatakan periodontitis adalah penyakit yang umum tetapi bisa dicegah dan diobati. Mereka mengatakan bahwa kesehatan mulut yang baik menjadi bagian penting dari perawatan pasien virus corona.

Profesor Mariano Sanz dari Complutense University of Madrid, Spanyol, menjelaskan bahwa bakteri mulut untuk pasien yang mengalami infeksi gusi parah dapat terhirup. Akibatnya, bakteri ini bisa menginfeksi paru-paru dan menyebabkan beberapa pasien Covid-19 membutuhkan ventilator.

"Kondisi ini berkontribusi pada kerusakan organ tubuh pasien Covid-19 dan meningkatkan risiko kematian. Staf rumah sakit harus mengidentifikasi pasien Covid-19 dengan periodontitis menggunakan antiseptik oral untuk mengurangi penularan bakteri," jelasnya.

Dr Crouch menambahkan bahwa bakteri penyebab penyakit gusi bisa memakan plak dan sisa makanan. Pada akhirnya, hal ini akan membuat area gusi meradang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasien Covid-19 dengan Penyakit Gusi 9 Kali Lebih Berisiko Meninggal

Studi: Pasien Covid-19 dengan Penyakit Gusi 9 Kali Lebih Berisiko Meninggal

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 09:27 WIB

CT Value Ari Lasso 15-16 saat Positif Virus Corona Covid-19, Apa Artinya?

CT Value Ari Lasso 15-16 saat Positif Virus Corona Covid-19, Apa Artinya?

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 07:30 WIB

Ari Lasso Alami Delirium karena Virus Corona, Seperti Apa Cirinya?

Ari Lasso Alami Delirium karena Virus Corona, Seperti Apa Cirinya?

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 06:10 WIB

Terkini

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:35 WIB

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27 WIB

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:21 WIB

×