Ramai di TikTok, Ketahui Dulu Fakta Postinor

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 18:58 WIB
Ramai di TikTok, Ketahui Dulu Fakta Postinor
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Platform sosial media TikTok kini tidak hanya digunakan untuk mencari hiburan dan menuangkan ide kreatif, namun juga bisa menjadi wadah edukasi yang dikemas ringkas dan menarik.

Namun baru-baru ini ramai dibahas di sosial media soal video TikTok yang menantang orang untuk mengonsumsi postinor. Video singkat berdurasi 16 detik yang dibuat oleh @kenapasayasadgirl itu memberi teks, "Cantik doang berani ga makan ini?" kemudian menampilkan gambar postinor.

Video yang sudah dilihat 1,1 juta kali ini pun menjadi sorotan. Sebab, postinor yang ditampilkan itu merupakan obat yang biasa disebut morning after pill.

Postinor sendiri merupakan kontrasepsi darurat yang digunakan untuk mencegah kehamilan pada wanita yang pernah melakukan hubungan seks tanpa alat pengaman (kondom) atau yang metode KB-nya gagal. Obat ini diminum paling tidak 12 hingga 72 jam setelah hubungan seks.

Perlu dicatat bahwa morning after pill tidak bisa mengakhiri kehamilan yang telah ditanamkan (menggugurkan janin).

Postinor. (TikTok/@kenapasayasadgirl)
Postinor. (TikTok/@kenapasayasadgirl)

Dikutip dari Refinery29, morning after pil mengandung hormon yang menghentikan atau menunda ovulasi untuk mencegah kehamilan, menurut American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG).

Beberapa pil mengandung satu hormon, progestin, sementara yang lain mengandung kombinasi estrogen dan progestin.

Secara teknis, tidak seharusnya kontrasepsi darurat darurat ini digunakan sebagai bentuk pengendalian kelahiran jangka panjang, menurut ACOG. Sebab obat ini dimaksudkan sebagai kontrasepsi cadangan, bukan sebagai metode utama alat kontrasepsi.

Menggunakan kontrasepsi darurat sepanjang waktu tidak seefektif menggunakan metode lain, seperti pil KB atau alat kontrasepsi secara konsisten.

Di sisi lain, mengingat tingginya kadar hormon dalam pil, meminumnya berulang kali dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman, seperti sakit kepala, mual, atau pendarahan.

Sehingga, walau memang morning after pil adalah pilihan yang efektif untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seks tanpa kondom, tidak disarankan untuk penggunaan rutin.

Selain itu, pil kontrasepsi darurat dapat gagal bahkan dengan penggunaan yang benar, dan tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joget TikTok Berujung Apes, Kendaraan Gadis Ini Hancur Kena Seruduk Pemotor

Joget TikTok Berujung Apes, Kendaraan Gadis Ini Hancur Kena Seruduk Pemotor

Otomotif | Selasa, 09 Februari 2021 | 18:38 WIB

Viral! Orang Kaya Ogah Buang Baju Robek, Wujud Kaos Bikin Geleng Kepala

Viral! Orang Kaya Ogah Buang Baju Robek, Wujud Kaos Bikin Geleng Kepala

Malang | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:24 WIB

Update Kasus Pelanggaran Prokes Viensboys, 3 Orang Jadi Tersangka

Update Kasus Pelanggaran Prokes Viensboys, 3 Orang Jadi Tersangka

Banten | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:59 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB