Kemenkes Minta Masyarakat Tak Kaget Jika Angka Infeksi Covid-19 Makin Naik

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 10 Februari 2021 | 12:46 WIB
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Kaget Jika Angka Infeksi Covid-19 Makin Naik
Mural tentang pandemi COVID-19 di Bukit Duri, Jakarta, Selasa (20/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan kemungkinan adanya lonjakan data kasus positif Covid-19.

Hal itu terjadi karena pemerintah berencana melakukan percepatan proses pelacakan kontak (tracing) pada orang yang pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19 positif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, tracing akan lebih diperluas hingga 20-30 orang.

"Tentu dengan tracing ini kita akan menemukan kasus lebih banyak. Tapi kami ingin sampaikan lebih awal supaya masyarakat memahami kenapa penambahan kasus bisa terjadi saat kita lakukan akselerasi testing," papar Nadia saat konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021). 

Ia menjelaskan, semakin banyak tes epidemiologi Covid-19 dilakukan, maka akan banyak ditemukan kasus positif di masyarakat.

Hanya saja, karena penemuan kasus lebih cepat diharapkan kondisi yang dialami juga jadi lebih ringan atau bahkan orang tanpa gejala (OTG).

Selain itu, Nadia mengatakan penemuan kasus positif lebih cepat juga bisa mencegah penularan virus corona Covid-19 pada kluster keluarga serta perkantoran. 

"Karena seseorang yang awalnya tidak sakit tapi setelah tes positif, pasti jadi lebih menjaga tubuhnya dan mencegah menularkan," terangnya.

Temuan kasus positif dengan gejala ringan atau OTG tidak akan menambah beban rumah sakit terutama pada ruangan ICU, lanjut Nadia.

baca juga

Karena pasien Covid-19 yang OTG atau gejala ringan cukup melakukan isolasi mandiri di rumah atau dipusat isolasi yang sudah disediakan pemerintah.

"Ini jadi bagian strategi, selain penguatan 3T, kita juga penguatan isolasi mandiri. Satgas Covid, Dinas Kesehatan tingkat Kelurahan, Desa diharapkan untuk bantu masyarakat lakukan isolasi mandiri. Di sisi lain karena memang kasus berat atau yang membutuhkan lerawatan ICU hanya 5-15 persen. Kalau bisa deteksi dini, isolasi lebih dini rumah sakit tidak terlalu berat untuk tangani kasus kritis," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Tracing, Kemenkes Sebar 2 Juta Alat Rapid Tes Antigen ke Puskesmas

Percepat Tracing, Kemenkes Sebar 2 Juta Alat Rapid Tes Antigen ke Puskesmas

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 12:28 WIB

RS di Jakarta Timur Masih Tersedia Ruangan untuk Pasien Covid, Sila Dicek!

RS di Jakarta Timur Masih Tersedia Ruangan untuk Pasien Covid, Sila Dicek!

Jakarta | Rabu, 10 Februari 2021 | 12:07 WIB

Gawat! Ada Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Bebas Berkeliaran

Gawat! Ada Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Bebas Berkeliaran

Jabar | Rabu, 10 Februari 2021 | 11:56 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×