Percepat Tracing, Kemenkes Sebar 2 Juta Alat Rapid Tes Antigen ke Puskesmas

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 10 Februari 2021 | 12:28 WIB
Percepat Tracing, Kemenkes Sebar 2 Juta Alat Rapid Tes Antigen ke Puskesmas
Alat rapid test Covid-19 / [Foto Humas Gowa]

Suara.com - Pemerintah berencana mempercepat proses tracing Covid-19 dengan melakukan pemeriksaan tes rapid antigen sampai tingkat Puskemas.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menyediakan dua juta alat rapid antigen yang didistribusikan ke puluhan ribu Puskesmas di 98 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Siti Nadia Tamidzi menyampaikan, lewat upaya tersebut, diharapkan proses tracing atau pelacakan orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 bisa lebih luas. 

"Jadi pelacakan kontak sebelumnya kurang lebih 5-10 orang, bisa ditingkatkan sampai 20-30 orang. Kemungkinan akan ada beberapa yang positif dilacak lagi," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Lebih cepat menemukan pasien Covid-19, kata Nadia, membuat pemerintah lebih mudah merawat pasien Covid-19. Mereka yang memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, cukup melakukan isolasi mandiri.

Dengan begitu beban rumah sakit diharapkan akan semakin berkurang akibat penuhnya perawatan pasien Covid-19. Tracing yang masih juga dapat mempercepat pemutusan rantai penularan virus pada kluster keluarga.  

"Karena kadang orang tidak sadar kalau dia terinfeksi tapi karena gejala ringan atau tanpa gejala," ucapnya.

Nadia menambahkan, orang yang melakukan pemeriksaan tracing tersebut tidak akan dikenakan biaya apa pun. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemeriksaan tes antigen itu tidak boleh digunakan untuk syarat perjalanan naik kendaraan umum. 

"Kita akan berikan surat ke Dinas Kesehatan di 98 Kabupaten/kota untuk pastikan bahwa penggunaan rapid antigen yang disediakan adalah untuk pemeriksaan epidemiologis bukan pelaku perjalanan. Perjalanan sudah jelas harus mandiri," katanya. 

baca juga

Diakui Nadia, masih ada kemungkinan hasil false negatif dalan pemeriksaan rapid antigen. Karetan itu pentingnya swab tes PCR.

Tetapi jika daerah kesulitan dapat akses PCR, pemeriksaan ulang bisa kembali dilakukan dengan rapid antigen dalam kurin waktu kurang dari 24 jam

"Kalau positif dalam pemeriksaan rapid antigen, hasilnya sama dengan RT PCR dan akan dilaporkan sebagai kasus positif," ucap Nadia.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selebgram Tajir Divaksin di Puskesmas Kebon Jeruk, Wagub Jakarta: Kita Cek

Selebgram Tajir Divaksin di Puskesmas Kebon Jeruk, Wagub Jakarta: Kita Cek

Tekno | Senin, 08 Februari 2021 | 22:04 WIB

Geger, Crazy Rich Helena Lim Dapat Suntik Vaksin Covid-19 di Puskesmas

Geger, Crazy Rich Helena Lim Dapat Suntik Vaksin Covid-19 di Puskesmas

Hits | Senin, 08 Februari 2021 | 19:30 WIB

Lansia Dibolehkan Suntik Vaksin Sinovac, Wawalkot Tangsel: Saya Siap!

Lansia Dibolehkan Suntik Vaksin Sinovac, Wawalkot Tangsel: Saya Siap!

Jakarta | Senin, 08 Februari 2021 | 18:43 WIB

Terkini

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

×