Susah Tidur di Tempat Baru? Ternyata Penyebabnya Ada pada Otak!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 11 Februari 2021 | 21:30 WIB
Susah Tidur di Tempat Baru? Ternyata Penyebabnya Ada pada Otak!
Ilustrasi tidur di tempat baru. [Pexels]

Suara.com - Anda mungkin pernah tidur di tempat teman, saudara atau hotel yang pastinya tidak di rumah Anda sendiri. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk tidur di tempat baru.

Seorang ilmuwan pun berusaha mencari tahu penyebab fenomena aneh ini. Karena, banyak orang mengalami hal serupa tetapi tidak memahami betul penyebabnya.

Menurut para ilmuwan dilansir dari Bright Side, kesulitan tidur nyenyak atau susah tidur saat berada di tempat baru disebut efek malam pertama. Efek malam pertama adalah masalah umum dan area studi di kalangan peneliti tidur.

Tapi, tidak ada pemahaman umum mengenai terjadinya efek malam pertama ini. Sampai para ilmuwan di Brown University menemukan penyebabnya yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Saat Anda tidur di tempat baru yang tidak dikenal, orang Anda mengenalinya sebagai lingkungan yang berpotensi berbahaya dan mengganggu tidurnya.

Ilustrasi tidur di tempat baru (Pexels)
Ilustrasi tidur di tempat baru (Pexels)

Dalam arti kata lain, seseorang mengalami kesulitan tidur karena hanya satu belahan otak yang beristirahat saat seseorang tidur di tempat baru, seperti lumba-lumba.

Yuka Sasaki, salah satu ilmuwan Brown University, mengatakan bahwa otak seseorang mungkin memiliki sistem miniatur dari apa yang dimiliki paus dan lumba-lumba.

Sebuah tim ilmuwan dari Brown University merekrut 35 sukarelawan sehat dan meminta mereka menghabiskan 2 malam di laboratorium dengan jeda antara lama dan meneliti aktivitas otak mereka.

Tim ilmuwan menemukan asimetri kedalaman tidur antara bagian kiri dan kanan otak. Belahan otak kiri tidak dalam kondisi tidur yang dalam seperti belahan otak kanan.

Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan dan sensitif terhadap suara aneh yang memberikan sinyal bahaya. Seminggu kemudian, yakni pada malam kedua mereka tidur di laboratorium, kedalaman tidur di antara kedua belahan otak jauh lebih simetris.

Meskipun efek malam pertama ini sebagai sebuah fenomena yang cukup menarik, tapi kondisi ini bisa membawa banyak masalah bagi orang yang terus-menerus mengalaminya.

Kurang tidur bisa menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes. Meskipun efek kurang tidur pada ketiga penyakit ini tidak terlalu parah.

Para ahli mengatakan bahwa otak kita bisa dilatih untuk melawan efek malam pertama, ketika Anda sering mengalaminya. Yuka Sasaki mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia sangat fleksibel.

Peneliti menemukan beberapa trik praktis yang bisa mengatasi efek malam pertama agar tidur nyenyak di mana pun. Anda bisa membuat tempat baru menyerupai kamar tidur Anda.

  1. Bawalah sesuatu benda yang familiar di kamar tidur Anda biasanya ke tempat baru, seperti bantal, piyama favorit, boneka dan lainnya.
  2. Pertahankan rutinitas tidur Anda yang biasanya, seperti cobalah tidur pada waktu yang sama persis dengan biasanya Anda lakukan di rumah.
  3. Ubah tempat baru menyerupai kamar tidur Anda biasanya, seperti pesan kamar hotel yang seukuran dengan kamar tidur Anda atau lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awali Pagi Hari dengan Lebih Sehat, Coba Hindari 4 Kebiasaan Berikut

Awali Pagi Hari dengan Lebih Sehat, Coba Hindari 4 Kebiasaan Berikut

Health | Kamis, 11 Februari 2021 | 09:08 WIB

Bantu Lebih Nyenyak, Lakukan Peregangan sebelum Tidur

Bantu Lebih Nyenyak, Lakukan Peregangan sebelum Tidur

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:09 WIB

Tidur dengan Kipas Angin Menyala Aman Dilakukan, Asalkan ...

Tidur dengan Kipas Angin Menyala Aman Dilakukan, Asalkan ...

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 17:13 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB