Hal yang Dilakukan Saat Pasien Kanker Terinfeksi Covid-19: Setop Kemoterapi

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 16 Februari 2021 | 13:07 WIB
Hal yang Dilakukan Saat Pasien Kanker Terinfeksi Covid-19: Setop Kemoterapi
Ilustrasi: Kemoterapi (Shutterstock)

Suara.com - Kemoterapi termasuk salah satu pengobatan yang menjadi pilihan pasien kanker anak-anak. Terapi ini penting dilakukan untuk membunuh sel kanker yang tumbuh abnormal di tubuh pasien.

Tetapi pasien kanker, terutama anak-anak, tidak bisa menjalani kemoterapi saat terinfeksi Covid-19.

Dokter spesialis anak dr. Tumpal Yansen Sihombing. Sp.A. mengatakan, pasien kanker yang terinfeksi virus corona harus menjalani pengobatan Covid-19 terlebih dahulu.

Dokter Tumpal melanjutkan, pengobatan kanker akan kembali dilakukan apabila pasien dalam kondisi benar-benar sehat.

"Sebelum memulai kemoterapi kita akan melakukan skrining, yang jelas kita memeriksa apakah kemungkinan anak ini terinfeksi. Bila dia sedang terinfeksi covid, kita harus atasi dulu penyakit covidnya, tidak bisa kita simultan memberikan kemoterapi," kata dokter Tumpal dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (15/2/2021).

Penyakit kanker itu sendiri telah membuat daya tahan tubuh seseorang menjadi lemah. Ditambah lagi dengan infeksi Covid-19, tentu akan makin menekan sistem imunnya, jelas dokter Tumpal. 

Ia menyampaikan bahwa pemberian obat-obatan kemoterapi atau radiasi kanker akan sangat menguras daya tahan tubuh pasien.

"Jadi bila secara klinis menunjukkan gejala covid, pengobatan kemoterapi harus ditunda dulu," imbuhnya.

Karenanya, penting melindungi pasien kanker anak agar tidak terpapar virus corona. Dokter Tumpal mengingatkan agar keluarga harus selalu memastikan pasien memiliki daya tahan tubuh baik dengan konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan cukup aktivitas.

Dokter RSUP Persahabatan itu menyarankan agar membiarkan anak-anak tetap bermain dan melakukan gerakan fisik sesuai usianya, selama tidak mengancam keselamatannya.

"Lalu cegahlah supaya anak tidak tertular oleh penyakit baik Covid maupun penyakit lain. Saya selalu mengimbau keluarga supaya anak tersebut tidak boleh main keluar rumah, sama saudara pun yang tidak satu rumah saya tidak rekomendasikan," pungkas dokter Tumpal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Tes COVID-19 GeNose Harus Puasa 30 Menit, Tak Boleh Makan

Cara Tes COVID-19 GeNose Harus Puasa 30 Menit, Tak Boleh Makan

Bogor | Selasa, 16 Februari 2021 | 13:02 WIB

Denda Pelanggar Prokes COVID-19 di Kota Bekasi Tembus Rp 23,4 Juta

Denda Pelanggar Prokes COVID-19 di Kota Bekasi Tembus Rp 23,4 Juta

Bekaci | Selasa, 16 Februari 2021 | 12:47 WIB

Sri Sultan Kembali Sapa Aruh, Masyarakat Diharapkan Mau Divaksin COVID-19

Sri Sultan Kembali Sapa Aruh, Masyarakat Diharapkan Mau Divaksin COVID-19

Jogja | Selasa, 16 Februari 2021 | 12:55 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB