Arang Aktif Dapat Membersihkan Tubuh Dari Racun, Tapi Amankah Dikonsumsi?

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 16 Februari 2021 | 14:06 WIB
Arang Aktif Dapat Membersihkan Tubuh Dari Racun, Tapi Amankah Dikonsumsi?
Arang aktif atau activated charcoal. (Elements Envato)

Suara.com - Selama ini, arang aktif atau activated charcoal mungkin lebih sering Anda temui pada produk kecantikan, seperti masker wajah, sabun pembersih muka, ataupun sampo. Tapi tahukah Anda, selain manfaat kecantikan, arang aktif ternyata juga punya manfaat detoksifikasi alias membersihkan tubuh dari racun?

Arang aktif, bila dikonsumsi, dapat bekerja secara ajaib untuk kesehatan usus dengan cara membuang racun berbahaya. Tapi, apakah aman mengonsumsi arang aktif?

Dilansir dari Healthshots, arang aktif sebenarnya telah lama dikenal dapat mengobati keracunan makanan. Dosis yang cukup memungkinkannya untuk mengikat racun tertentu, mengurangi penyerapannya di usus, dan meminimalkan efek merugikan.

Namun, Anda juga dapat menggunakannya untuk membersihkan racun dari tubuh Anda bahkan saat Anda tidak mengalami keracunan makanan. Istilahnya, detoksifikasi.

Tekstur berpori arang aktif memiliki muatan listrik negatif, yang menyebabkannya menarik molekul bermuatan positif, seperti racun dan gas. Dan karena tubuh Anda tidak menyerap arang aktif, ia dapat membawa racun yang menempel pada permukaannya keluar dari tubuh. Contohnya, pestisida dalam makanan, bahan kimia dalam air minum, atau paparan jamur dari makanan.

Arang aktif tidak hanya terbukti bermanfaat dalam meringankan fungsi ginjal, tetapi juga mengikat kolesterol dan asam empedu yang mencegah tubuh menyerapnya. Makanya, arang aktif juga dapat membantu menurunkan kolesterol.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menunjukkan bahwa makanan yang dilengkapi dengan arang aktif dapat mengikat gas usus dan membantu tubuh Anda menghilangkannya. Dan karena arang aktif dapat memerangkap racun di usus, hal itu kemudian dapat mencegah bakteri penyebab diare diserap ke dalam tubuh, menurut Current Medical Research and Opinion.

Jadi, bagaimana cara mengonsumsi arang aktif? Anda dapat menambahkan bubuk arang aktif ke dalam teh ataupun minuman lainnya, atau menaburkannya di atas makanan, seperti yogurt beku.

Mengutip Mayo Clinic, dosis arang aktif yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 25 hingga 100 gram. Oleh karena itu, makanan atau jus yang mengandung bubuk arang aktif harus sesuai dengan persyaratan dosis yang dapat diterima dan direkomendasikan.

Meskipun arang aktif umumnya dianggap aman jika dikonsumsi oleh orang dewasa yang sehat untuk waktu yang singkat, dan dalam jumlah terbatas, penggunaannya tetaplah harus hati-hati, ya, Berkonsultasi dengan dokter juga tetap disarankan, terlebih jika Anda memiliki kondisi medis khusus yang sudah ada sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Air Alkali Lebih Bermanfaat Bagi Tubuh daripada Air Biasa?

Benarkah Air Alkali Lebih Bermanfaat Bagi Tubuh daripada Air Biasa?

Health | Minggu, 10 Januari 2021 | 08:00 WIB

Detoksifikasi Disebut Buruk Bagi Kesehatan, ini Penjelasan Ahli

Detoksifikasi Disebut Buruk Bagi Kesehatan, ini Penjelasan Ahli

Kalbar | Senin, 28 Desember 2020 | 06:14 WIB

7 Manfaat Arang untuk Kesehatan: Bisa Jadi Penawar Racun!

7 Manfaat Arang untuk Kesehatan: Bisa Jadi Penawar Racun!

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:05 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB