Peneliti Ungkap Hewan yang Berpotensi Picu Pandemi Mematikan Lainnya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 17 Februari 2021 | 09:15 WIB
Peneliti Ungkap Hewan yang Berpotensi Picu Pandemi Mematikan Lainnya
Ilustrasi Pandemi. (Pexels)

Suara.com - Hingga kini masih belum jelas asal-usul kemunculan pandemi Covid-19. Mulanya ada dugaan kuat bahwa penyakit ini dibawa oleh kelelawar. Namun, hal itu tidak terbukti.

Kini sebuah studi terbaru mengungkapkan deretan hewan yang berpotensi memicu pandemi yang sama mematikannya dengan Covid-19.

Dilansir dari New York Post, dengan bantuan kecerdasan buatan, ahli biologi dapat merancang model prediksi yang dapat memprioritaskan inang potensial dari galur virus yang sudah diketahui ada, tetapi belum mencapai manusia.

“Kami ingin tahu dari mana datangnya virus corona berikutnya,” kata Dr. Marcus Blagrove, ahli virologi Universitas Liverpool yang mengerjakan penelitian tersebut.

Temuan mereka, yang diterbitkan di Nature Communications pada hari Selasa, menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan digunakan untuk memprediksi inang hewan yang sebelumnya tidak terduga dari sebuah virus baru dan berpotensi mematikan

Ilustrasi kucing (Unsplash)
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Mereka Menemukan mana dari 876 spesies mamalia potensial yang mungkin menjadi inang satu. Triknya adalah mengurai spesies yang bisa menampung dua strain sekaligus, dam menciptakan tempat berkembang biak bagi virus mutan yang kuat.

“Salah satu cara [virus dihasilkan] adalah melalui rekombinasi antara dua virus korona yang ada,” kata Blagrove. “Jadi dua virus menginfeksi sel yang sama dan mereka bergabung kembali menjadi virus 'anak' yang akan menjadi jenis yang sama sekali baru.”

Hewan seperti musang, landak biasa, kelinci Eropa, unta dromedaris, beberapa spesies primata, babi peliharaan, dan kucing ditetapkan sebagai tersangka utama rekombinasi SARS-CoV2 - strain yang menyebabkan COVID-19 - dengan mungkin puluhan virus corona lainnya. Makhluk-makhluk ini termasuk dalam daftar tersangka biasa, termasuk kelelawar dan trenggiling.

Rekombinasi telah diamati pada beberapa spesies ini, menurut penelitian sebelumnya yang dikutip dalam laporan baru.

baca juga

Tetapi untuk mengidentifikasi sumber baru bagi strain "anak" yang belum ditemukan, algoritme tersebut mendasarkan penilaiannya pada kesamaan biologis antara inang yang diketahui dan spesies terkait, menurut ketua peneliti Dr. Maya Wardeh.

“Kami dapat memprediksi spesies mana yang memiliki peluang banyak virus corona untuk menginfeksi mereka,” jelasnya. "Entah karena mereka sangat dekat hubungannya [dengan spesies yang diketahui membawa virus corona] atau karena mereka berbagi ruang geografis yang sama."

Para ilmuwan berharap temuan ini akan membantu mendorong pemantauan yang lebih menyeluruh tentang bagaimana dan di mana alam liar bertemu dengan dunia manusia, karena para peneliti menunjukkan bahwa "penyebaran" virus dari hewan ke manusia sebagian besar adalah hasil dari aktivitas manusia yang sembrono.

“Ini bukanlah alasan untuk menjelekkan spesies ini,” kata Dr. Wardeh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Istri Ridwan Kamil, Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis saat Pandemi

Tips Istri Ridwan Kamil, Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis saat Pandemi

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2021 | 17:42 WIB

Strategi Bisnis di Tengah Pandemi: Gaet Pemain Sinetron Sebagai Model!

Strategi Bisnis di Tengah Pandemi: Gaet Pemain Sinetron Sebagai Model!

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2021 | 17:15 WIB

Studi: Media Sosial Justru Bikin Orang Terisolasi Selama Pandemi

Studi: Media Sosial Justru Bikin Orang Terisolasi Selama Pandemi

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 17:45 WIB

Terkini

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Bebas Kering! Ini 5 Body Lotion Alpukat untuk Kulit Halus dan Terhidrasi

Bebas Kering! Ini 5 Body Lotion Alpukat untuk Kulit Halus dan Terhidrasi

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Anak Sulit Fokus Belajar Jangan Langsung Dicap Malas, Studi Terbaru Sarankan Periksa Mata dan Jiwa

Anak Sulit Fokus Belajar Jangan Langsung Dicap Malas, Studi Terbaru Sarankan Periksa Mata dan Jiwa

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Amerika Evakuasi Diplomat dari Arab Saudi Usai Bandara Riyadh Dihantam Rudal Houthi

Amerika Evakuasi Diplomat dari Arab Saudi Usai Bandara Riyadh Dihantam Rudal Houthi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:22 WIB

4 Rekomendasi Serial Baru di Netflix Minggu Ini: Ada Lupin Season 4

4 Rekomendasi Serial Baru di Netflix Minggu Ini: Ada Lupin Season 4

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Piala Dunia U-15 2026: Indonesia Imbang Lawan Bangladesh, Portugal dan Wales di Atas Garuda Muda

Piala Dunia U-15 2026: Indonesia Imbang Lawan Bangladesh, Portugal dan Wales di Atas Garuda Muda

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Saat Pengobatan Anak Mengharuskan Keluarga Jauh dari Rumah, Dukungan Jadi Kekuatan

Saat Pengobatan Anak Mengharuskan Keluarga Jauh dari Rumah, Dukungan Jadi Kekuatan

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Kolaborasi Ortuseight dan Pokmon Hadirkan Sepatu dengan Desain Anti-Mainstream

Kolaborasi Ortuseight dan Pokmon Hadirkan Sepatu dengan Desain Anti-Mainstream

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×