Update Covid-19 Global: WHO Sebut Penularan Virus Turun 16 Persen

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 17 Februari 2021 | 09:43 WIB
Update Covid-19 Global: WHO Sebut Penularan Virus Turun 16 Persen
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Penularan infeksi Covid-19 masih terus terjadi. Dalam 24 jam terakhir, virus corona penyebab Covid-19 itu sudah menginfeksi 340.176 orang di dunia, dikutip dari situs worldometers.info.

Penambahan kasus baru itu menyebabkan total kasus Covid-19 menjadi 110.018.949 infeksi tersebar di 221 negara di seluruh dunia.

Sementara angka kematian bertambah 9.598 jiwa, sehingga totalnya menjadi 2.428.135 orang jiwa telah meregang nyawa.

Update Covid-19 Global: WHO Sebut Penularan Virus Telah Turun 16 Persen

AS melaporkan 61.855 kasus positif baru dan 1.616 orang meninggal akibat Covid. Dan Brasil melaporkan 55.271 kasus baru juga 1.088 orang meninggal.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat telah terjadi penurunan angka penularan Covid-19 secara akumulatif di dunia.

Jumlah kasus baru Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia turun 16 persen (sekitar 2,7 juta kasus) pada pekan lalu, catat WHO.

Dalam pembaruan epidemiologi, jumlah kematian baru yang dilaporkan juga turun 10 persen, menjadi 81 ribu dalam sepekan, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia.

Lima dari enam wilayah WHO di dunia melaporkan persentase penurunan dua digit dalam kasus baru, dengan hanya wilayah Mediterania Timur yang menunjukkan peningkatan sekitar tujuh persen.

Jumlah kasus baru juga dicatat turun 20 persen pada minggu lalu di Afrika dan Pasifik Barat, 18 persen di Eropa, 16 persen di Amerika dan 13 persen di Asia Tenggara.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa jumlah kasus baru telah menurun selama lima minggu berturut-turut. 

"Ini menunjukkan bahwa tindakan kesehatan masyarakat sederhana berhasil, bahkan dengan adanya varian (virus)," kata Tedros.

Varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris telah dilaporkan di 94 negara dalam hingga Senin (15/2), kata pembaruan epidemiologis. Transmisi lokal dari varian tersebut, dibandingkan dengan kasus impor, telah dilaporkan setidaknya oleh 47 negara.

Sedangkan varian virus corona dari Afrika Selatan tercatat di 46 negara, dengan transmisi lokal setidaknya di 12 negara. Dan untuk varian virus corona Brasil disebut terdeteksi di 21 negara, dengan transmisi lokal di setidaknya dua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakuan! Oknum Sekdes Tilap Dana Bansos Corona, Kini Jadi Buronan Polisi

Kelakuan! Oknum Sekdes Tilap Dana Bansos Corona, Kini Jadi Buronan Polisi

News | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:15 WIB

Peneliti Ungkap Hewan yang Berpotensi Picu Pandemi Mematikan Lainnya

Peneliti Ungkap Hewan yang Berpotensi Picu Pandemi Mematikan Lainnya

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:15 WIB

LIVE: Suasana Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Pedagang Pasar Tanah Abang

LIVE: Suasana Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Pedagang Pasar Tanah Abang

Video | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:26 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB