Ahli Ungkap Kasus Tak Terkontrol Picu Munculnya Varian Baru Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:23 WIB
Ahli Ungkap Kasus Tak Terkontrol Picu Munculnya Varian Baru Virus Corona
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Saat ini penelitian tentang sejumlah varian baru virus corona Covid-19 yang bermunculan sedang berlangsung. Seorang ahli memperingatkan bahwa protokol kesehatan yang telah berlaku tetap berperan dalam mengurangi penyebaran strain baru virus corona.

Menurut Dr. Gigi Gronvall, seorang sarjana senior di John Hopkins Center for Health Security, mutasi virus corona ini juga tidak keluar dari normanya sebagai virus, terutama yang memiliki penyebaran di suatu kelompok lebih tinggi.

"Penelitian tentang SARS-CoV-2 yang menyebabkan virus corona Covid-19, terkait pengujian, vaksin kekebalan kelompok hingga penurunan transmisi cukup berperan. Tapi, negara juga perlu meningkatkan upaya pelacakan mutasi virus yang lebih baik," kata Dr Gigi dikutip dari Fox News.

Dr Gigi pun menekankan bahwa munculnya varian baru virus corona Covid-19 ini bukan sebuah sihir atau peristiwa tak terduga. Karena, sudah banyak hal yang dilakukan para ilmuwan selama pandemi virus corona yang akan berhasil melawan varian baru.

Tes diagnostik yang dikembangkan untuk mendeteksi strain awal virus corona juga akan terus bekerja. Ia menambahkan bahwa FDA sedang memantau dan akan memberi tahu produsen serta konsumen ketika ancaman baru dalam proses pengujian.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Selain itu, mereka juga mendorong agar vaksin virus corona yang memiliki otoritas penggunaan darurat FDA terus efektif melawan varian baru virus corona.

"Ada banyak data yang keluar tentang kemanjuran vaksin Covid-19 terhadap varian baru virus corona dan banyak data laboratorium yang tidak memberi gambaran lengkap sehingga kami terus memantau situasinya," jelasnya.

Dr Gigi berpendapat setidaknya vaksin Covid-19 yang telah memiliki izin penggunaan darurat oleh FDA, nampaknya masih sangat produktif atau efektif melawan virus corona.

Andy Pekosz, co-direktur John Hopkins Center for Excellence untuk enelitian dan pengawasan influenza, menambahkan bahwa faktor pendorong di balik varian baru virus corona itu adalah tingginya jumlah kasus Covid-19 di suatu kelompok.

"Kami juga perlu menyadari salah stau hal yang mendorong kemungkinan virus mengalami mutasi dan lebih menular," katanya.

Jika peluangnya 1 banding sejuta, Andy Pekosz berpendapat ini seperti membiarkan dadu berputar 900 ribu kali karena belum bisa mengontrol kasus virus corona di wilayah luar.

Jadi, mengontrol kasus virus corona Covid-19 menjadi hal paling penting untuk mengurangi kemunculan varian baru yang lebih banyak lagi.

Ia juga berpendapat bahwa risiko lonjakan kasus akibat varian baru virus corona bisa ditekan melalui upaya vaksinasi yang dipercepat dan terkonsentrasi.

"Saya pikir vaksin akan memberikan kekebalan yang cukup sehingga lonjakan kasus virus corona di masa mendatang tidak terjadi. Vaksin mungkin memperlambat laju penurunan jumlah kasus, tetapi saya pikir kekebalan yang diperoleh dari infeksi menunjukkan bahwa varian ini masih tetap rentan terhadap kekebalan yang terbentuk dari vaksin maupun infeksi," jelasnya.

Namun, ia mengatakan bahwa kekebalan yang terbentuk karena vaksin Covid-19 akan lebih kuat dan tahan lama daripada yang terbentuk karena pernah terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona Finlandia, Adakah Bedanya?

Peneliti Temukan Varian Baru Virus Corona Finlandia, Adakah Bedanya?

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:14 WIB

Kejar Target 17 Agustus Bebas Covid-19, Satgas Minta Warga Mau Divaksin

Kejar Target 17 Agustus Bebas Covid-19, Satgas Minta Warga Mau Divaksin

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 18:20 WIB

Perketat Skrining, 1.060 Orang Masuk Indonesia Terjaring Positif Covid-19

Perketat Skrining, 1.060 Orang Masuk Indonesia Terjaring Positif Covid-19

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 16:58 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB