alexametrics

Waspada! Rutin Merokok dan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Patah Tulang

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Waspada! Rutin Merokok dan Minum Alkohol Tingkatkan Risiko Patah Tulang
Ilustrasi penderita patah tulang. (Shutterstock)

Studi baru mengungkapkan bahwa merokok dan minum alkohol juga meningkatkan risiko patah tulang.

Suara.com - Telah diketahui bahwa prempuan lebih mungkin mengalami patah tulang. Semakin tua usia mereka, semakin tinggi pula kemungkinan mereka mengalami patah tulang.

Tak kalah penting, studi baru mengungkapkan bahwa merokok dan minum alkohol juga meningkatkan risiko patah tulang.

Melansir dari Healthshots, sebuah studi baru telah mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko patah tulang selama dua dekade mendatang. Penelitian tersebut telah diterbitkan pada Journal of Bone and Mineral Research.

Studi ini melibatkan 30.446 perempuan dan pria paruh baya yang diikuti dari awal atau pertengahan 1990-an hingga 2016. Sebanyak 8.240 peserta (27 persen) memiliki setidaknya satu patah tulang selama median tindak lanjut atau selama 20,7 tahun penelitian.

Baca Juga: Waspada, Fibrosis Paru-Paru Mengancam Perokok dan Mantan Perokok

Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)
Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)

Usia yang lebih tua, jenis kelamin perempuan, indeks massa tubuh lebih tinggi, patah tulang sebelumnya, riwayat patah tulang keluarga setelah usia 50 tahun, aktivitas fisik waktu luang yang rendah, pekerjaan berat, hidup sendiri, merokok, dan konsumsi alkohol yang tinggi adalah faktor independen yang terkait dengan kemungkinan lebih besar mengalami patah tulang.

"Hasil kami menekankan pentingnya faktor-faktor ini dalam inisiatif kesehatan masyarakat untuk pencegahan patah tulang," catat para penulis.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Anda perlu berupaya meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D dengan dosis sesuai anjuran. Selain itu, mengindari pola hidup yang tidak sehat khususnya merokok dan minum alkohol juga perlu dilakukan.

Komentar