alexametrics

Membasmi Mitos Skincare Berlabel Organik, Benarkah Tidak Manjur?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Membasmi Mitos Skincare Berlabel Organik, Benarkah Tidak Manjur?
Produk skincare mengandung bahan alami. (Shutterstock)

Mulai dari perawatan wajah buatan sendiri hingga produk tidak manjur, berikut mitos umum tentang skincare organik.

Suara.com - Banyaknya produk perawatan kulit atau skincare membuat orang-orang lebih sadar akan bahan kimia berbahaya yang tersembunyi di dalamnya.

Bahkan, beberapa skeptis dengan label "organik" dalam produk skincare, mempertanyakan apakah klaim tersebut hanya taktik pemasaran atau kurangnya bahan kimia dapat membuat perawatan kulit tidak begitu manjur.

Pendiri dan Presiden Refresh Botanicals, Jagvir Singh, berbagi lima kesalahpahaman umum atau mitos tentang produk perawatan kulit organik, dilansir The Health Site:

Ilustrasi skincare. (Shutterstock)
Ilustrasi skincare. (Shutterstock)

1. Mitos: Masker wajah dan lotion organik buatan sendiri bekerja seperti ptoduk organik

Baca Juga: Lima Cara Meramu Jahe untuk Perawatan Kulit dan Rambut di Rumah

Apa yang digunakan untuk perawatan kulit buatan sendiri tidak sebanding dengan bahan aktif dalam produk perawatan organik.

Bahan-bahan khusus ini biasanya diekstrak pada tingkat molekuler, meninggalkan bagian paling aktif dan kuat untuk perawatan kulit.

2. Mitos: Produk perawatan organik tidak efektif

Produk organik dikemas dengan nutrisi penting, antioksidan, vitamin, dan mineral dalam konsentrasi tinggi yang benar-benar 'memberi makan' kulit.

3. Mitos: Produk perawatan kulit organik membutuhkan pengawet agar tahan lama

Baca Juga: Waspadai 5 Tren Perawatan Kulit Ini, Malah Bisa Merusak Wajah

Produk yang sangat organik seringkali membutuhkan kemasan premium, dilengkapi dengan pompa tanpa udara.  Saat mencari perawatan kulit organik carilah label "airless pumps", artinya produk tersebut dipompa agar keluar dari wadah saat menggunakannya.

Komentar