Sering Migrain, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 05:30 WIB
Sering Migrain, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi migrain. (Shutterstock)

Suara.com - Migrain atau dikenal dengan sakit kepala sebelah, merupakan kondisi  nyeri atau berdenyut pada bagian sisi kepala. Kondisi ini biasanya juga diikuti rasa mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya serta suara.

Seseorang yang mengalami migrain biasanya akan sangat mengganggu aktivitas yang dijalaninya. Migrain juga terdiri dari gejala-gejala yang berbeda. Gejala yang muncul biasanya sebelum saat, dan sesudah mengalaminya. Dilansir dari mayoclinic, gejala tersebut di antaranya:

1. Prodrome (sebelum terjadi)

  • Sebelum terjadi migrain biasanya seseorang memiliki berbagai gejala, seperti:
  • Sembelit
  • Suasana hati berubah, dari depresi menjadi euforia
  • Mengidam makanan
  •  Leher kaku
  • Meningkatnya rasa haus dan buang air kecil
  • Sering menguap

2. Aura

Ilustrasi migrain. (Shutterstock)

Hal ini biasa terjadi sebelum dan saat mengalaminya. Biasanya gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Fenomena visual, seperti melihat berbagai bentuk, titik terang, atau kilatan cahaya
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensasi pin dan jarum di lengan atau kaki
  • Lemah atau mati rasa di wajah atau salah satu sisi tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Mendengar suara atau musik
  • Sentakan tak terkendali atau gerakan lain

3. Saat terjadi

Saat terjadi migrain, biasanya seseorang akan mengalami berbagai gejala seperti:

  •  Nyeri biasanya di satu sisi kepala, tetapi sering di kedua sisi
  •  Nyeri yang berdenyut atau berdenyut
  •  Kepekaan terhadap cahaya, suara, dan terkadang penciuman dan sentuhan
  • Mual dan muntah

4.Pasca-drome (setelah)

Setelah mengalami migrain biasanya seseorang akan merasa lemas, bingung, dan kehabisan tenaga. Namun, ia akan kembali pulih setelah istirahat dengan cukup.

Penyebab migrain hingga saat ini belum diketahui. Namun, menurut penelitian biasanya migrain terjadi karena adanya perubahan batang otak dan interaksi dengan saraf trigeminal sehingga menumbulkan rasa nyeri. Migrain juga bisa disebabkan karena adanya ketidakseimbangan bahan kimia di otak atau serotonin yang memicu rasa sakit di saraf.

Selain itu, migrain juga bisa dipicu oleh hal-hal lain seperti:

Perubahan hormonal pada wanita.  Fluktuasi estrogen, seperti sebelum atau selama periode menstruasi, kehamilan dan menopause, tampaknya memicu sakit kepala pada banyak wanita.

Pengobatan hormonal, seperti kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon, juga dapat memperburuk migrain. Namun, beberapa wanita merasa migrain mereka lebih jarang terjadi saat minum obat ini.

  •  Mengonsumsi alkohol, terutama anggur serta minuman berkafein seperti kopi.
  • Stres
  • Rangsangan sensorik terhadap cahaya terang dan sinar matahari sehingga menyebabkan migrain
  • Suara keras dan bau yang menyengat
  • Kurang tidur sehingga membuat kepala menjadi sakit
  • Perubahan cuaca
  • Mengonsumsi makanan olahan yang dapat memicu migrain

Untuk mengatasi migrain seseorang dapat melakukannya di rumah. Biasanya di toko atau warung menjual berbagai obat pereda nyeri yang dapat menghilangkan rasa nyeri di kepala. Namun, untuk beberapa kasus yang cukup berat, biasanya membutuhkan perawatan medis agar penanganan menjadi lebih optimal.

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Migrain Aura, Sakit Kepala Bersamaan dengan Gangguan Sensorik

Mengenal Migrain Aura, Sakit Kepala Bersamaan dengan Gangguan Sensorik

Health | Sabtu, 13 Februari 2021 | 18:05 WIB

Stres Kronis Adalah Pemicu Umum Migrain, Seperti Apa Gejalanya?

Stres Kronis Adalah Pemicu Umum Migrain, Seperti Apa Gejalanya?

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 07:05 WIB

5 Penyebab Mata Sensitif pada Cahaya

5 Penyebab Mata Sensitif pada Cahaya

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 15:34 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB