Laporan CDC: Pasien Lupus Asia dan Hispanik Lebih Berisiko Meninggal

Rabu, 24 Februari 2021 | 20:19 WIB
Laporan CDC: Pasien Lupus Asia dan Hispanik Lebih Berisiko Meninggal
Penyakit lupus. (Shutterstock)

Suara.com - Orang Asia dan Hispanik dengan lupus lebih mungkin meninggal daripada pasien berkulit putih. Hal ini diungkapkan dalam laporan mingguan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Melansir dari Medicinenet, tingkat kematian pasien lupus Hispanik enam kali lebih tinggi dan empat kali lebih tinggi pada orang Asia dibandingkan dengan pasien berkulit putih. Penelitian berfokus pada pasien di San Fransisco.

"Tingkat kematian yang lebih tinggi di antara kelompok ras dan etnis minoritas mungkin disebabkan oleh kasus penyakit autoimun yang lebih parah atau kurangnya akses ke perawatan," kata peneliti Dr. Jinoos Yazdany kepala rheumatology di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco.

"Sangat penting bagi dokter untuk mempertahankan indeks kecurigaan yang tinggi terhadap lupus pada kelompok ini dalam pengaturan perawatan primer dan merujuk pasien ke rheumatologists," imbuhnya.

Studi tersebut mengamati lebih dari 800 orang dengan lupus di San Francisco dari 2007 hingga 2009 serta daftar kematian nasional hingga 2017. Lebih dari 200.000 orang Amerika menderita lupus eritematosus sistemik.

Pada lupus, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat, terutama persendian dan kulit. Kondisi ini bisa berakibat fatal dan sering menyebabkan kelelahan dan nyeri yang membuat hampir setengah dari pasien lupus dewasa tidak dapat bekerja.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Dokter Karen Costenbader, ketua Dewan Penasihat Ilmiah-Medis di Lupus Foundation of America mengatakan bahwa studi baru ini penting karena menunjukkan tingkat kematian yang tinggi di antara orang-orang dengan lupus sistemik.

"Angka-angka ini juga mengkhawatirkan dan mengecilkan hati," kata Costenbader.

"Ini bisa saja disebabkan faktor genetik yang mendasari keparahan penyakit dan keterlibatan organ, tetapi sebagian besar karena penyebab sosial, budaya, pendidikan, sistem perawatan kesehatan, lingkungan, politik dan sejarah," imbuh Costenbader.

Baca Juga: Vaksin Tak Bikin Gejala Memburuk, Odapus Disarankan Ikut Vaksinasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI