Punya Kondisi Hipertensi? Berikut Cara Menurunkannya secara Alami!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:04 WIB
Punya Kondisi Hipertensi? Berikut Cara Menurunkannya secara Alami!
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah (Shutterstock)

Suara.com - Pengukuran tekanan darah yang normal atau sehat adalah kurang dari 120/80 milimeter merkuri (mmHg). Ini artinya, tekanan maksimum darah (tekanan sistolik) 120 dan tekanan minimum (tekanan diastolik) 80.

Ketika tekanan sistolik melebihi 140, atau tekanan diastolik lebih tinggi dari 90, artinya orang tersebut menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sedangkan saat seseorang memiliki tekanan sistolik antara 121 dan 139, serta tekanan diastolik antara 81 hingga 89, artinya ia mengalami prehipertensi.

"Prehipertensi berarti orang tersebut tidak menderita hipertensi, tetapi mereka akan menderita hipertensi di masa depan. Kecuali jika mereka memperbaiki kebiasaan yang tidak sehat," jelas Lauren Munsch Dal Farra, MD, dokter penyakit dalam, ahli jantung dan CEO PALM Health di St. Louis.

Meskipun hipertensi seringkali tidak memiliki gejala, seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Ada beberapa cara untuk menurunkan tekanan darah secara alami. Dilansir Womens Health Magazine, berikut langkahnya:

1. Latihan aerobik secara teratur

Aktivitas fisik merupakan gaya hidup terpenting yang harus dijadikan kebiasaan untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Olahraga terbaik untuk mengurangi tekanan darah (dan kolesterol) adalah latihan aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.

2. Mengurangi stres

Seiring waktu, stres kronis tingkat rendah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, peningkatan detak jantung, dan ketegangan otot.

Dal Farra merekomendasikan untuk berlatih teknik relaksasi seperti meditasi dan peregangan bagi penderita stres.

3. Menurunkan berat badan jika secara medis kelebihan atau obesitas

Tekanan darah naik bersamaan dengan indeks massa tubuh.

"Jadi bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan adalah cara paling efektif untuk menurunkan tekanan darah," ujar Dal Farra.

4. Kurangi garam, perbanyak kalsium

American Heart Association menyarankan untuk membatasi natrium atau garam hingga kurang dari 1500 mg sehari untuk mencegah hipertensi.

Memiliki keseimbangan yang sehat dari dua mineral tersebut, yaitu lebih sedikit garam, lebih banyak kalium, sangat penting untuk menjaga tekanan darah yang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Herbal Alami yang Ampuh untuk Turunkan Hipertensi, Salah Satunya Jahe

7 Herbal Alami yang Ampuh untuk Turunkan Hipertensi, Salah Satunya Jahe

Your Say | Senin, 22 Februari 2021 | 19:35 WIB

Pasien Hipertensi Perlu Ukur Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga

Pasien Hipertensi Perlu Ukur Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:10 WIB

3 Nutrisi Penting Dalam Susu, Bisa Cegah Hipertensi dan Osteoporosis

3 Nutrisi Penting Dalam Susu, Bisa Cegah Hipertensi dan Osteoporosis

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 12:29 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB