AS Menyetujui Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson, Dimulai Minggu Depan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 28 Februari 2021 | 20:41 WIB
AS Menyetujui Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson, Dimulai Minggu Depan
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Regulator Amerika Serikat secara resmi telah menyetujui penggunaan vaksin Johnson & Johnson dengan satu dosis. Ini adalah vaksin Covid-19 ketiga yang disetujui negara tersebut.

Vaksin ini ditetapkan sebagai alternatif yang hemat biaya dari vaksin Pfizer dan Moderna, serta dapat disimpan di lemari es pengganti freezer.

Uji klinis menemukan vaksin Johnson & Johnson dapat mencegah Covid-19 parah, dan secara keseluruhan 66% efektif dalam mencegah infeksi.

Minggu depan masyarakat AS sudah bisa mendapatkan vaksin Johnson & Johnson. Kemudian pada akhir Juni mendatang produsen akan kembali mengirimkan 100 juta dosis.

Inggris, UE dan Kanada juga telah memesan vaksin ini. Sebanyak 500 juta dosis akan dikirim melalui skema Covax untuk memasok negara-nagara yang lebih miskin.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Presiden AS Joe Biden mengatakan persetujuan ini sebagai berita yang menggembirakan bagi semua warga Amerika. Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan melawan pandemi masih jauh dari selesai.

"Meski kita merayakannya hari ini, saya mengimbau untuk semua orang Amerika, tetap cuci tangan, menjaga harak, dan memakai masker," kata Biden, dilansir BBC.

Ia menegaskan bahwa keadaan masih cenderung memburuk, terutama dengan banyaknya varian baru yang terus menyebar dan kasus meningkat.

Otorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) diberikan setelah komite ahli eksternal mendukung vaksin Johnson & Johnson pada Jumat (26/2/2021) kemarin.

Berdasarkan hasil uji coba di AS, Afrika Selatan dan Brasil, vaksin 85% efektif mencegah penyakit Covid-19 serius, dan 66% efektif secara keseluruhan.

Tidak ada kematian di antara pasien yang menerima vaksin dan juga tidak ada yang masuk rumah sakit setelah 28 hari vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM AS: Vaksin Johnson & Johnson Cegah Komplikasi Parah dan Kematian

BPOM AS: Vaksin Johnson & Johnson Cegah Komplikasi Parah dan Kematian

Video | Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:00 WIB

Lebih Hemat, Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Efektif Dalam Satu Dosis

Lebih Hemat, Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Efektif Dalam Satu Dosis

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 17:15 WIB

FDA: Meski Hanya Satu Suntikan, Vaksin Johnson & Johnson Aman dan Efektif

FDA: Meski Hanya Satu Suntikan, Vaksin Johnson & Johnson Aman dan Efektif

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:07 WIB

Terkini

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB