Penyebab Keputihan Berwarna Cokelat, Ini 2 Kemungkinannya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 Maret 2021 | 14:51 WIB
Penyebab Keputihan Berwarna Cokelat, Ini 2 Kemungkinannya
Ilustrasi keputihan [shutterstock]

Suara.com - Keputihan merupakan hal yang normal bagi perempuan. Kondisi ini juga bervariasi selama siklus menstruasi mereka.

Berdasarkan laman Sutter Health Organization, volume keputihan yang normal adalah sekitar satu sendok teh (4 milimeter) per hari berwarna putih maupun transparan, tebal, tipis, dan tidak berbau.

Cairan ini dibentuk oleh bakteri dan cairan normal yang keluar dari sel-sel vagina.

Tidak jarang cairan normal menjadi gelap, cokelat, atau berubah warna pada satu atau dua hari setelah periode menstruasi.

Apakah keputihan berwarna cokelat perlu dikhawatirkan?

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi keputihan (Shutterstock)

 

Menurut Healthline, aliran menstruasi atau kecepatan keluarnya darah dari rahim umumnya lebih lambat dan akhir menstruasi.

Ketika darah keluar dari tubuh dengan cepat, biasanya warna menjadi merah. Saat aliran melambat, darah punya waktu untuk teroksidasi yang menyebabkan warna menjadi cokelat atau bahkan, hitam.

Sangat normal untuk mengalami keputihan di awal atau akhir menstruasi. Artinya, vagina sedang membersihkan diri.

baca juga

Ketidakseimbangan hormon dalam siklus menstruasi

Di lain waktu, keputihan bisa menandakan ketidakseimbangan hormon. Estrogen membantu menstabilkan lapisan endometrium (uterus). Jika hormon ini terlalu sedikit saat bersirkulasi, lapisan dapat rusak di sepanjang siklus.

Akibatnya, seorang wanita mungkin mengalami bercak cokelat atau pendarahan abnormal lainnya.

Rendahnya kadar estrogen juga dapat menyebabkan insomnia, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, infeksi saluran kemih (ISK), dan penambahan berat badan.

Ilustrasi tren memutihkan vagina. (Shutterstock)
Ilustrasi keputihan (Shutterstock)

Infeksi bakteri

Infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan bercak cokelat atau pendarahan. Gejalanya termasuk nyeri saat buang air kecil, tekanan di panggul, keputihan, dan bercak di antara periode menstruasi.

Infeksi Bacterial Vaginosis (BV) adalah kemungkinan infeksi lain yang belum tentu ditularkan melalui kontak seksual. Ini terjadi akibat pertumbuhan bakteri berlebih.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan tekstur, warna, atau bau pada cairan yang keluar. Penting untuk menemui dokter jika seorang wanita mencurigai menderita IMS atau infeksi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Kanker Serviks Bisa Diawali dari Keputihan yang Tidak Biasa

Gejala Kanker Serviks Bisa Diawali dari Keputihan yang Tidak Biasa

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 06:28 WIB

Dokter: Keputihan Abnormal Pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Dokter: Keputihan Abnormal Pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:40 WIB

Mulai dari Air Beras hingga Ketumbar, Simak 4 Bahan Alami Atasi Keputihan

Mulai dari Air Beras hingga Ketumbar, Simak 4 Bahan Alami Atasi Keputihan

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 11:49 WIB

Terkini

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

×