alexametrics

Penyebab Keputihan Berwarna Cokelat, Ini 2 Kemungkinannya

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Penyebab Keputihan Berwarna Cokelat, Ini 2 Kemungkinannya
Ilustrasi keputihan [shutterstock]

Apakah keputihan berwarna cokelat adalah hal yang normal?

Suara.com - Keputihan merupakan hal yang normal bagi perempuan. Kondisi ini juga bervariasi selama siklus menstruasi mereka.

Berdasarkan laman Sutter Health Organization, volume keputihan yang normal adalah sekitar satu sendok teh (4 milimeter) per hari berwarna putih maupun transparan, tebal, tipis, dan tidak berbau.

Cairan ini dibentuk oleh bakteri dan cairan normal yang keluar dari sel-sel vagina.

Tidak jarang cairan normal menjadi gelap, cokelat, atau berubah warna pada satu atau dua hari setelah periode menstruasi.

Baca Juga: Desainnya Nyeleneh, Corak Celana Dalam Ini Mirip Noda Menstruasi

Apakah keputihan berwarna cokelat perlu dikhawatirkan?

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi keputihan (Shutterstock)

 

Menurut Healthline, aliran menstruasi atau kecepatan keluarnya darah dari rahim umumnya lebih lambat dan akhir menstruasi.

Ketika darah keluar dari tubuh dengan cepat, biasanya warna menjadi merah. Saat aliran melambat, darah punya waktu untuk teroksidasi yang menyebabkan warna menjadi cokelat atau bahkan, hitam.

Sangat normal untuk mengalami keputihan di awal atau akhir menstruasi. Artinya, vagina sedang membersihkan diri.

Baca Juga: Desain Pakaian Dalam Wanita Panen Ejekan, Disebut Mirip Noda Menstruasi

Ketidakseimbangan hormon dalam siklus menstruasi

Di lain waktu, keputihan bisa menandakan ketidakseimbangan hormon. Estrogen membantu menstabilkan lapisan endometrium (uterus). Jika hormon ini terlalu sedikit saat bersirkulasi, lapisan dapat rusak di sepanjang siklus.

Akibatnya, seorang wanita mungkin mengalami bercak cokelat atau pendarahan abnormal lainnya.

Rendahnya kadar estrogen juga dapat menyebabkan insomnia, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, infeksi saluran kemih (ISK), dan penambahan berat badan.

Ilustrasi tren memutihkan vagina. (Shutterstock)
Ilustrasi keputihan (Shutterstock)

Infeksi bakteri

Infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan bercak cokelat atau pendarahan. Gejalanya termasuk nyeri saat buang air kecil, tekanan di panggul, keputihan, dan bercak di antara periode menstruasi.

Infeksi Bacterial Vaginosis (BV) adalah kemungkinan infeksi lain yang belum tentu ditularkan melalui kontak seksual. Ini terjadi akibat pertumbuhan bakteri berlebih.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan tekstur, warna, atau bau pada cairan yang keluar. Penting untuk menemui dokter jika seorang wanita mencurigai menderita IMS atau infeksi lainnya.

Komentar