alexametrics

Ibu, Ini Lho Manfaat Memberi ASI Kepada Buah Hati

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari
Ibu, Ini Lho Manfaat Memberi ASI Kepada Buah Hati
Ilustrasi ASI perah. (Shutterstock)

ASI merupakan dasar bagi kekebalan tubuh bayi.

Suara.com - ASI menjadi asupan yang sangat penting bagi si kecil. Campuran bakteri menguntungkan yang ditularkan dari ibu ke bayi melalui ASI berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan dapat bertindak sebagai suntikan alami yang memberi kekebalan tubuh bagi bayi, serta meningkatkan metabolisme bayi.

Dilansir melalui Healthshots, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Montreal dan Guatemala dan dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, ASI memiliki sederet manfaat penting bagi perkembangan dan kesehatan bayi. 

Menyusui akan melindungi buah hati
Para peneliti menemukan berbagai spesies mikrobioma yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya dalam ASI. Hingga saat ini, relatif sedikit yang diketahui tentang peran bakteri mikrobioma dalam ASI. Bakteri ini dianggap dapat melindungi saluran pencernaan bayi dan meningkatkan aspek kesehatan jangka panjang, seperti pencegahan alergi.

“Beberapa spesies bakteri yang kami amati dalam sampel ASI kami memiliki fungsi yang sama dalam menghancurkan zat asing atau xenobiotik, dan dapat berperan dalam perlindungan terhadap racun dan polutan,” kata rekan penulis Emmanuel Gonzalez, spesialis bioinformatika di McGill University.

Baca Juga: Calon Ibu Harus Tahu, Hal Ini Bisa Pengaruhi Kualitas ASI

Penemuan ini menjelaskan bagaimana ASI dapat membantu meletakkan dasar bagi kekebalan tubuh bayi. Dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang mikrobioma ASI, para ilmuwan menganalisis sampel ASI menggunakan teknologi pencitraan resolusi tinggi, yang awalnya dipelopori oleh McGill University dan University of Montreal untuk mendeteksi bakteri di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Mereka menganalisis sampel ASI dari ibu Mam-Maya yang tinggal di delapan komunitas pedesaan terpencil di Dataran Tinggi Barat Guatemala. Ini memberi mereka cakrawala unik untuk mengamati mikrobioma ASI dari waktu ke waktu, khususnya antara masa laktasi awal dan akhir (6-46 hari versus 109-184 hari).

Tidak seperti kebanyakan ibu di Amerika Utara, hampir semua ibu Mam-Maya menyusui untuk periode enam bulan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di Amerika Utara, hanya 26 persen ibu yang melakukannya.

“Waktu menyusui yang lebih lama ini memungkinkan kami mengamati perubahan penting pada bakteri yang diberikan kepada bayi dari waktu ke waktu, yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang,” kata Gonzalez.

Teknologi genom yang digunakan oleh para ilmuwan mengungkapkan berbagai spesies mikrobioma yang dimiliki oleh ibu Mam-Maya, memberikan gambaran sekilas tentang komunitas beragam bakteri yang diturunkan ke bayi.

Baca Juga: Orangtua Mesti Tahu, Ini Jadwal Pemberian ASI yang Tepat Bagi Bayi

“Mempelajari mikrobioma dari berbagai komunitas penting untuk memahami variasi yang ada pada manusia,” kata rekan penulis Kristine Koski, seorang Profesor Madya di School of Human Nutrition di McGill.

Komentar