alexametrics

Jangan Abaikan Keringat Berlebih Pada Kulit Kepala, Ini Penyebabnya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Abaikan Keringat Berlebih Pada Kulit Kepala, Ini Penyebabnya!
Ilustrasi berkeringat (Pexels/Fabio Pelegrino)

Keringat berlebihan pada tubuh seharusnya tak boleh diabaikan, terutama pada kulit kepala.

Suara.com - Berkeringat adalah sesuatu yang sangat umum terjadi pada semua orang dari segala usia. Kondisi ini bisa dipicu oleh iklim yang panas dan lembap atau aktivitas fisik berat.

Secara keseluruhan dilansir dari Times of India, berkeringat adalah tanda fungsi tubuh normal untuk membantu mengatur suhu tubuh Anda. Tapi, keringat yang berlebihan perlu diwaspadai sebagai masalah kesehatan serius.

Keringat berlebihan atau hiperhidrosis adalah suatu kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Meskipun berkeringat adalah hal yang normal, keringat berlebihan bisa jadi mengeluarkan cairan tubuh yang tak diperlukan.

Apalagi keringat berlebih yang dialami Anda tanpa penyebab jelas. Misalnya, Anda berkeringat berlebih ketika tidak merasa kepanasan, sedang aktivitas berat atau tidak mengonsumsi makanan pedas maupun panas.

Baca Juga: Seperti Rina Gunawan, Penderita Asma Rentan Kena Covid-19 & Komplikasinya

Keringat berlebih tanpa alasan ini dikenal sebagai hiperhidrosis kraniofasial. Adapun dua jenis hiperhidrosis, yakni primer dan sekunder.

Ilustrasi berkeringat. (Elements Envato)
Ilustrasi berkeringat. (Elements Envato)

Hiperhidrosis primer umum terjadi pada orang yang tidak disebabkan oleh masalah medis, aktivitas fisik atau peningkatan suhu. Sedangkan, hiperhidrosis sekunder bisa dipicu oleh berbagai kondisi medis atau obat-obatan, seperti penyakit jantung, pernapasan, kanker, diabetes, menopause dan antidepresan tertentu.

Penyebab kulit kepala berkeringat berlebih

Keringat berlebih di kulit kepala bisa sangat bermasalah. Tak hanya menyebabkan rambut kotor, ketombe dan gatal, tapi juga membuat kulit kepala tampak sangat berkilau dan berminyak.

Hiperhidrosis pada kulit kepala bisa disebabkan karena berbagai penyebab, seperti cuaca panas, kemarahan dan kecemasan, hormon, makanan pedas, pengobatan dan aktivitas fisik berat.

Baca Juga: Awal Positif Covid-19, Ashanty Sesak Napas hingga Menggigil

Cara mengatasinya

Kerusakan yang disebabkan keringat berlebih di kulit kepala bisa ditangani dengan berbagai cara. Anda juga bisa melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kerusakan atau keringat berlebih.

Meskipun keringat berlebih adalah akibat dari stres dan kecemasan. Anda harus mengatur dan mengurangi tingkat stres Anda.

Anda bisa mencoba cara-cara santai untuk mengatasi kecemasan dan melakukan yoga atau latihan meditasi untuk mengurangi keringat berlebih.

Selain itu, Anda bisa mengoleskan cuka sari apel ke rambut untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit kepala dan mengontrol sekresi keringat.

Anda juga harus mengenakan pakaian yang dingin dan nyaman untuk mengurangi tingkat keringat berlebih. Jangan lupa, minum banyak air sebagai kunci mengatur suhu tubuh.

Minum air yang cukup bisa membantu tubuh terhidrasi dalam waktu lama dan mencegah keringat berlebihan. Hal terpenting adalah rutinlah mencuci rambut, terutama di musim panas karena kulit kepala menghasilkan lebih banyak keringat.

Komentar