Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Negatif Kurang Tidur

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 Maret 2021 | 10:00 WIB
Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Negatif Kurang Tidur
Ilustrasi kurang tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Tidur menjadi hal penting bagi setiap orang. Melalui tidur, akan membuat tubuh istirahat setelah melakukan berbagai aktivitas. Selain itu, tidur juga memulihkan lelah tubuh sehingga kembali fit ketika terbangun.

Banyaknya aktivitas yang dijalani setiap harinya, terkadang membuat beberapa orang kekurangan waktu tidur. Padahal, waktu yang sehat untuk seseorang tidur yaitu 8 jam dalam satu hari. Seseorang yang kekurangan waktu untuk tidur akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Dilansir dari Webmd, berikut efek negatif dari kekurangan tidur, di antaranya:

1. Kurang tidur dapat menyebabkan kecelakaan

Sebuah studi menunjukkan seseorang yang memiliki kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam penelitian, pekerja yang mengeluhkan rasa kantuk, lebih banyak mengalami kecelakaan. Salah satu kasus besar akibat kurangnya tidur yaitu kecelakaan nuklir 1979 di  Three Mile Island. Oleh karena itu, kurang tidur sangat berisiko kecelakaan karena menjadi tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu.

2. Kurang tidur dapat membuat bodoh

Ilustrasi kurang tidur dan istirahat. (Shutterstock)
Ilustrasi kurang tidur dan istirahat. (Shutterstock)

Kurang tidur dapat , merusak perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat seseorang menjadi tidak serius dalam melakukan sesuatu. Selain itu, kurangnya tidur juga berpengaruh pada daya ingat. Oleh karena itu, tidur sangat berpengaruh kepada daya pikir seseorang.

3. Menyebabkan masalah kesehatan

Kurang tidur pada seseorang, akan berpengaruh kepada organ tubuh. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Detak jantung tak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  •  Stroke
  • Diabetes

4. Kurang tidur membuat minat yang kurang terhadap seks

baca juga

Seseorang yang mengalami kekurangan tidur akan mengalami libido yang lebih rendah sehingga minat terhadap seks berkurang. Hal ini karena dirinya akan merasa lelah dan kantuk. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, banyak pria dengan sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah.

5. Membuat depresi

Seseorang yang kekurangan tidur cenderung lebih mudah mengalami depresi. Dalam diskusi Sleep in America pada 2005, dikatakan depresi dan kecemasan cenderung terjadi pada seseorang yang tidur kurang dari enam jam di malam hari. Sebuah studi 2007 juga menunjukkan, seseorang yang menderita insomnia, lima kali lebih mungkin mengalami depresi. Dengan demikian, dapat terlihat tidur akan sangat memengaruhi kondisi mental seseorang.

6. Kurang tidur berdampak buruk bagi kulit

Kurang tidur akan berdapak pada kulit. Seseorang yang kekurangan tidur cenderung memiliki kulit yang pucat dan mata yang bengkak. Selain itu, kurang tidur juga akan menyebabkan kulit menjadu kusam, munculnya garis-garis halu atau penuaan, serta mata panda.

Kurangnya tidur membuat tubuh melepaskan banyak hormon stres kortisel. Hormon ini akan memecah kolagen kulit yang berfungsi membuat kulit halus. Oleh karena itu, seseorang yang kurang tidur kulitnya akan kasar dan kering. Kurang tidur juga berpengaruh pada pertumbuhan seseorang.

7. Kurang tidur membuat lupa

Orang yang kurang tidur akan menjadi pelupa. Hal ini karena kurang tidur memengaruhi kinerja otak sehingga sulit mengingat sesuatu. Seseorang yang kekurangan tidur juga akan berpengaruh pada fokus dirinya.

8. Dapat membuat berat badan naik

Menurut sebuah studi tahun 2004, orang yang tidur kurang dari enam jam sehari hampir 30 persen lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam. Hal ini karena tidur akan merangsang nafsu makan tubuh. Hal tersebut yang membuat orang yang kurang tidur makan lebih banyak sehingga berat badan menjadi naik.

9. Meningkatkan risiko kematian

Dalam "Whitehall II Study," peneliti Inggris melihat pola tidur mempengaruhi kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Hasil yang ditemukan pada 2007 menunjukkan, seseorang yang kurang tidur dari tujuh jam, meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Dicontoh, Ini 4 Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari

Bisa Dicontoh, Ini 4 Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari

Lifestyle | Kamis, 04 Maret 2021 | 06:05 WIB

Gokil, Hanya  Live Streaming Tidur 5 Jam Perempuan Ini Raup Rp 43 Juta

Gokil, Hanya Live Streaming Tidur 5 Jam Perempuan Ini Raup Rp 43 Juta

Video | Kamis, 04 Maret 2021 | 09:00 WIB

Tragis, Atlet Renang 80-an Laraine Tidur di Kuburan, Tak Dapat Duit Pensiun

Tragis, Atlet Renang 80-an Laraine Tidur di Kuburan, Tak Dapat Duit Pensiun

Bali | Rabu, 03 Maret 2021 | 16:17 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×