Selain Bikin Menstruasi Tak Lancar, PCOS Juga Picu Masalah Kulit dan Rambut

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 06 Maret 2021 | 11:36 WIB
Selain Bikin Menstruasi Tak Lancar, PCOS Juga Picu Masalah Kulit dan Rambut
Ilustrasi perempuan sakit (istockphoto)

Suara.com - PCOS atau sindrom ovarium polikistik menyebabkan berbagai kondisi kesehatan. Selain menstruasi yang tidak teratur, PCOS dapat memunculkan masalah perubahan kulit dan rambut.

Melansir dari Healthshots, PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah kelainan kompleks atau lebih tepatnya gangguan spektral tanpa kriteria diagnosis klinik atau laboratorium yang seragam. PCOS adalah salah satu gangguan hormonal paling umum yang menyerang perempuan di seluruh dunia.

PCOS mengakibatkan kelebihan produksi hormon pria, terutama dari ovarium. Kondisi ini juga terkait dengan resistensi insulin.

Landasan patologi PCOS adalah resistensi insulin yang berarti tubuh tidak merespons insulin secara normal sehingga meningkatkan sekresi insulin dari pankreas. Hal ini memicu peradangan dan penambahan berat badan.

Insulin tinggi menyebabkan anovulasi dan juga mendorong sekresi testosteron dari ovarium (hiperandrogenisme). Selain itu, PCOS juga bisa menimbulkan masalah kulit dan rambut, antara lain:

1. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans adalah kelainan kulit yang ditandai dengan penggelapan dan penebalan kulit, terutama terjadi pada lipatan kulit di ketiak (ketiak), selangkangan, dan bagian belakang leher.

Ilustrasi perempuan sakit  (pusing). (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sakit (pusing). (Shutterstock)

2. Hirsutisme

Hirsutisme atau rambut wajah yang tidak diinginkan adalah akibat dari hiperandrogenisme atau kelebihan sekresi hormon pria. Kondisi ini sebagian besar memengaruhi dagu, sidelock, dada, paha, dan bahkan area puting susu.

3. Jerawat

Perempuan dengan jerawat persisten sejak remaja atau dengan jerawat yang muncul untuk pertama kalinya setelah usia 25 tahun harus melakukan pemeriksaan untuk PCOS. Jerawat pada PCOS umumnya resisten terhadap perawatan jerawat standar dan menyerang sepertiga bagian bawah wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalau Kebanyakan Bikin Jerawatan, Hindari 6 Jenis Makanan Berikut Ini

Kalau Kebanyakan Bikin Jerawatan, Hindari 6 Jenis Makanan Berikut Ini

Lifestyle | Minggu, 28 Februari 2021 | 06:54 WIB

Hati-hati, Penderita PCOS Rentan Alami Keguguran

Hati-hati, Penderita PCOS Rentan Alami Keguguran

Health | Selasa, 22 September 2020 | 16:02 WIB

Penderita PCOS Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung, Apa Alasannya?

Penderita PCOS Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung, Apa Alasannya?

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 19:14 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB