Anak Cemas Karena Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 10 Maret 2021 | 07:15 WIB
Anak Cemas Karena Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?
Ibu Memakaikan Masker Kepada Anak. (Elements Envato)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang telah mengubah banyak aspek kehidupan, membuat kita cemas pada apa yang akan terjadi pada diri kita. Tapi, kecemasan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun bisa cemas. Mereka mungkin takut kalau-kalau orangtua atau diri mereka sendiri tertular Covid-19, cemas tak bisa lagi ke sekolah dan bertemu teman-teman, serta khawatir tak bisa lagi jalan-jalan dan pelesiran seperti biasanya.

Ketika anak-anak merasa cemas, peran orang tua sangat penting untuk menenangkan anak. Selain itu, memberi kekuatan pada anak juga penting dilakukan agar ia yakin hidupnya baik-baik saja.

Dilansir dari The Conversation, sebagai orangtua, Anda bertanggung jawab untuk memberikan konteks yang tepay mengenai Covid-19 kepada mereka. Dan berikut empat tips yang dapat dilakukan untuk membantu anak agar tidak cemas dengan Covid-19.

1. Memberi edukasi
Anak mungkin hanya tahu bahwa Covid-19 berbahaya, karena membuat mereka tak bisa keluar rumah. Tapi, cobalah memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang virus ini. Katakan bahwa virus ini bisa dicegah penularannya jika kita menaati protokol kesehatan seperti memakai masker ataupun cuci tangan. Jika anak bermain di luar rumah, minta ia untuk langsung membersihkan diri.

2. Jadikan pelajaran
Selain memberikan edukasi, berikan pelajaran kepada anak. Misal, jika ada orang terdekatnya yang tertular. ajarkan ia untuk melindungi diri dengan hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan minum vitamin.

Selain itu, anak juga harus diajarkan untuk menghindari kerumunan, dan tidak melepas masker ketika berada di tempat umum.

3. Memberinya kekuatan
Memberi kekuatan untuk anak-anak tidaklah sulit. Yaitu alihkan pikiran anak dari hal-hal yang mencemaskannya, lalu ajak bermain dan menonton film kesukaannya. Hal ini memberi keyakinan padanya, meski pandemi tengah melanda, ia akan baik-baik saja.

Selain itu, cobalah juga untuk mengarahkan anak melakukan hal-hal produktif, misalnya mengajaknya ikut membersihkan rumah sebagai kekuatan pengalihan dari rasa panik.

Semoga dengan langkah-langkah di atas, kecemasan anak bisa diatasi, dan ia tak akan kehilangan keceriaannya di tengah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil dengan Riwayat Gangguan Cemas Wajib Konsultasi ke Psikiater

Ibu Hamil dengan Riwayat Gangguan Cemas Wajib Konsultasi ke Psikiater

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 13:53 WIB

Benarkah Mendengarkan Musik Bisa Redakan Cemas? Ini Faktanya

Benarkah Mendengarkan Musik Bisa Redakan Cemas? Ini Faktanya

Health | Senin, 08 Maret 2021 | 18:10 WIB

5 Tanda Seseorang Menyembunyikan Rasa Cemas: Senyum Hingga Pura-pura Sibuk

5 Tanda Seseorang Menyembunyikan Rasa Cemas: Senyum Hingga Pura-pura Sibuk

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 15:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB