Benarkah Mendengarkan Musik Bisa Redakan Cemas? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 08 Maret 2021 | 18:10 WIB
Benarkah Mendengarkan Musik Bisa Redakan Cemas? Ini Faktanya
Ilustrasi mendengarkan musik (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Saat sedang cemas banyak orang kesulitan untuk mengontrol diri. Tidak heran jika banyak yang meluapkannya dengan emosi.

Untuk itu penting untuk bisa selalu mengontrol diri. Seperti salah satunya dengan mendengarkan musik. Banyak yang beranggapan bahwa mendengarkan musik bisa meredakan cemas.

Tapi, benarkah anggapan tersebut? Ya, terapi mendengar musik dapat menenangkan kecemasan, meredakan rasa sakit, dan memberi pengalihan selama kemoterapi.

Melansir dari health.harvard, mendengarkan musik kepada pasien telah dikaitkan dengan hasil pembedahan yang baik. Dalam beberapa dekade terakhir, terapi musik telah memainkan peran yang semakin meningkat dalam aspek penyembuhan.

Lelaki sedang mendengarkan musik sambil bekerja. [Shutterstock]
Lelaki sedang mendengarkan musik sambil bekerja. [Shutterstock]

Pengetahuan ini digabungkan dengan berbagai macam gaya musik untuk menemukan jenis tertentu, yang dapat membantu melalui sesi rehabilitasi fisik dan membimbing untuk meditasi.

Holly Chartrand, seorang terapis musik di Rumah Sakit Umum Massachusetts, ia menggunakan musik untuk mendukung orang lain, sebagaimana musik telah mendukungnya sepanjang hidupnya.

"Bagian favorit dari pekerjaan saya adalah melihat seberapa besar pengaruh musik terhadap seseorang yang sedang tidak baik-baik saja," ungkapnya.

Penelitian menemukan bahwa terapi musik lebih dari sekedar kesenangan semata. Melainkan dapat meningkatkan hasil medis dan kualitas hidup seseorang.

Tidak hanya itu, mendengarkan musik dapat mengurangi kecemasan yang terkait dengan kemoterapi dan radioterapi. Juga dapat meredakan mual dan muntah bagi pasien yang menjalani kemoterapi kanker.

Terapi mendengar musik juga baik untuk terapi fisik dan rehabilitasi. Hal ini disampaikan, analisis tahun 2011 dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi musik dapat meningkatkan fungsi fisik, psikologis, kognitif, dan emosional seseorang selama program rehabilitas.

Selain itu, terapi mendengar musik juga mampu meredakan nyeri, meringankan depresi, juga mengurangi penggunaan obat nyeri. Dan memberi kualitas hidup bagi seseorang yang mengidap demensia, yang dapat membantu membangkitkan ingatan, mengurangi agitasi, membantu komunikasi, dan meningkatkan daya fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perdana, Mily Band Luncurkan Lagu Jangan Buru Buru

Perdana, Mily Band Luncurkan Lagu Jangan Buru Buru

Entertainment | Minggu, 07 Maret 2021 | 21:20 WIB

Miris! Tiga Gadis Sandingkan Musik Binatang dengan Nenek-nenek, Tuai Kritik

Miris! Tiga Gadis Sandingkan Musik Binatang dengan Nenek-nenek, Tuai Kritik

Kaltim | Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:38 WIB

iOS 14.5 Tidak Izinkan Kamu Memilih Layanan Musik Default Baru

iOS 14.5 Tidak Izinkan Kamu Memilih Layanan Musik Default Baru

Tekno | Jum'at, 05 Maret 2021 | 07:42 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB