Ini Kerusakan Otak yang Terjadi Pada Pecandu Alkohol

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 10 Maret 2021 | 13:30 WIB
Ini Kerusakan Otak yang Terjadi Pada Pecandu Alkohol
Ilustrasi kerusakan otak. (Pixabay)

Suara.com - Ada korelasi antara perubahan sikap yang dialami pengguna alkohol dengan fungsi otak. Orang yang telah kecanduan alkohol akan mengalami kerusakan otak berupa pengecilan otak, sehingga dalam jangka waktu panjang fungsi otaknya juga menurun.

Dokter spesialis kedokteran jiwa Dr. dr. Kristiana Siste, Sp.KJ(K)., menjelaskan bahwa perbedaan paling signifikan antara orang yang mengonsumsi alkohol dengan yang bukan pecandu terletak pada volume area ventrikel pada otak.

"Mereka yang kecanduan alkohol terjadi pembesaran ventrikel. Ketika ventrikel membesar, maka area otak di sekitarnya menjadi menyusut. Sehingga yang terjadi adalah kerusakan fungsi otak," jelas dokter Kristiana dalam webinar virtual yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (10/3/2021).

Penurunan fungsi otak itu menyebabkan terjadinya penurunan daya ingat, atensi turun, juga kemampuan visual spasial jadi memburuk. Selain itu, ada penipisan pada area corpus callosum yang juga berpengaruh terhadap fungsi visual spasial dan fungsi keseimbangannya.

"Kita lihat ternyata pada mereka yang menggunakan alkohol, maka aktivasi dari reseptor alkohol itu meningkat. Sehingga yang terjadi, mereka tetap akan terus ingin mengkonsumsi alkohol," kata Kristiana.

Jika seseorang berhenti konsumsi alkohol, setelah tiga bulan, beberapa area otaknya akan aktif kembali. Tetapi, Kristiana menegaskan bahwa bagian otak yang aktif tidak akan sama seperti saat belum mengonsumsi alkohol.

"Artinya tetap ada penurunan fungsi otak walaupun sudah berhenti minum alkohol," ucapnya.

Menurut dokter Kristiana, kerusakan otak pada peminum alkohol biasanya sama dengan kerusakan yang disebabkan adiksi internet dan pecandu narkoba. Hasil penelitian dari Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) terhadap pecandu internet ditemukan adanya penurunan dari konektivitas fungsional atau fungsi otak tertentu.

Area itu memiliki fungsi otak yang penting, seperti memusatkan perhatian, merencanakan sesuatu secara sistematis, problem-solving atau mengendalikan diri, hingga refleksi diri. Kerusakan yang sama juga terjadi pada peminum alkohol dan pemakai narkoba.

"Ketika area otak yang rusak, maka dia tidak bisa lagi mengendalikan perilakunya, tidak bisa lagi menaruh konsentrasi terhadap sesuatu yang dilakukan, bahkan tidak bisa lagi refleksi diri," ujar Kristiana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Sampai Koma, Model Ini Ungkap Masa Lalu Jadi Pecandu Narkoba

Pernah Sampai Koma, Model Ini Ungkap Masa Lalu Jadi Pecandu Narkoba

Lifestyle | Rabu, 24 Februari 2021 | 12:53 WIB

Demi Lovato Alami Kerusakan Otak Akibat Stroke, Bisakah Sembuh Lagi?

Demi Lovato Alami Kerusakan Otak Akibat Stroke, Bisakah Sembuh Lagi?

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 21:09 WIB

Awas, Tekanan Darah Tinggi di Usia 40 Tahun Tingkatkan Risiko Demensia

Awas, Tekanan Darah Tinggi di Usia 40 Tahun Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Sabtu, 28 November 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB