Ini Alasan Dokter Bedah Tidak Merekomendasikan Suntik Filler Payudara

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 13 Maret 2021 | 17:59 WIB
Ini Alasan Dokter Bedah Tidak Merekomendasikan Suntik Filler Payudara
Ilustrasi prosedur pembesaran payudara (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak cara dalam memperbesar ukuran payudara, seperti implan dan filler. Meski implan aman, masih banyak wanita yang takut akan pembedahan dan timbulnya jaringan parut sehingga lebih memilih prosedur filler.

Padahal, prosedur suntik filler tanpa disadari mungkin lebih berbahaya bagi kesehatan mereka.

Konsultan payudara dan ahli bedah endokrin Pusat Medis Prince Court, Harjit Kaur, mengatakan suntik filler payudara lebih mungkin menimbulkan komplikasi.

"Filler sangat populer dalam operasi plastik. Orang menggunakan filler di wajah untuk mengembalikan volume sekaligus mengisi kerutan di kulit. Sedangkan pada payudara, filler disuntikkan ke dalam fasia (lembaran jaringan ikat) yang menutupi otot dada," jelas Kaur, dilansir The Star.

Meski terlihat prosedur yang mudah, Kaur mengatakan dibutuhkan banyak keterampilan dan panduan ultrasound (USG) untuk menyuntikkan filler ke bidang yang tepat.

Ilustrasi deteksi dini kesehatan payudara. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi operasi payudara (Foto: shutterstock)

"Tapi seringkali, cara melakukannya tidak seperti itu," sambungnya.

Bahaya dari jenis prosedur ini adalah banyaknya ahli kecantikan tidak berizin serta klinis yang menawarkan layanan ini.

Seluk beluk prosedur yang rumit ditambah praktisi tanpa izin menyebabkan filler langsung disuntikkan ke jaringan payudara. Tentu ini menimbulkan dampak medis yang berbahaya.

"Seluruh tekstur dan arsitektur payudara benar-benar tergantikan oleh filler. Ahli bedah kemudian tidak dapat membedakan antara jaringan alami dan filler. Selama periode waktu tertentu, filler dapat mulai membentuk granuloma yang muncul sebagai benjolan menyakitkan di payudara," lanjutnya.

Walaupun ada klaim bahwa filler yang digunakan adalah asam hialuronat dan akan hilang dalam waktu enam hingga 12 bulan, Kaur mengatakan umumnya ahli kecantikan tanpa izin menambahkan zat lain di dalamnya, misalnya silikon.

"Saya juga pernah merawat pasien yang berakhir di Unit Perawatan Intensif karena penekanan kekebalan akut setelah suntikan filler payudara. Tubuhnya tidak merespon secara baik terhadap zat asing yang masuk ke tubuhnya dan itu menyebabkan masalah," imbuhnya.

Bagi wanita yang ingin memperbesar payudara, Kaur menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan payudara bebas dari penyakit. Setelah itu, minta pendapat ahli bedah kosmetik terlatih dari awal hingga prosedur selesai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filler Bibir Alami Pakai Botol Yakult, Cewek Ini Kaget Lihat Hasilnya

Filler Bibir Alami Pakai Botol Yakult, Cewek Ini Kaget Lihat Hasilnya

Lifestyle | Selasa, 09 Maret 2021 | 11:03 WIB

Suntik Filler Bibir Malah Berujung Sial, Wajah Wanita Ini Dipenuhi Memar

Suntik Filler Bibir Malah Berujung Sial, Wajah Wanita Ini Dipenuhi Memar

Lifestyle | Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:35 WIB

Ingin Perawatan dengan Filler, Wajib Pilih Klinik Kecantikan Profesional

Ingin Perawatan dengan Filler, Wajib Pilih Klinik Kecantikan Profesional

Lifestyle | Kamis, 25 Februari 2021 | 18:42 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB