Virus Corona Bisa Picu Covid-19 Tongue, Begini 5 Cara Mengidentifikasinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 14 Maret 2021 | 18:23 WIB
Virus Corona Bisa Picu Covid-19 Tongue, Begini 5 Cara Mengidentifikasinya!
Ilustrasi lidah, lidah Covid-19 (Pixabay/alehidalgo)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa berdampak banyak hal dan berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari berdampak pada organ vital hingga bagian tubuh lain yang kurang umum.

Ada juga beberapa reaksi tidak menyenangkan yang sulit dihadapi dan merusak fungsi internal tubuh, termasuk cara Anda makan, minum, dan mengunyah.

Salah satunya, lidah Covid-19 atau Covid-19 tongue. Virus corona Covid-19 ini bisa mengubah penampilan lidah Anda, yang telah banyak dialami pasien.

Meskipun ada banyak faktor yang memengaruhi kesehatan lidah, mengidentifikasi gejala lidah bermasalah akibat virus corona Covid-19 mungkin lebih sulit.

Saat ini, belum jelas lidah Covid-19 merupakan dampak langsung dari virus atau respons umum terhadap kondisi badan yang sedang sakit.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Meski demikian, mengidentifikasi tanda-tanda infeksi bisa memudahkan diagnosis. Berikut ini dilansir dari Times of India, tanda-tanda yang harus diperhatikan.

1. Lesi dan benjolan

Jika Anda mengalami infeksi aktif di tubuh, salah satu tanda nyeri yang mungkin Anda alami termasuk lesi dan benjolan di lidah dan gusi.

Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami borok yang parah di permukaan lidah. Semua ini tanda iritasi atau alergi yang berkembang.

Meskipun kondisi ini bisa hilang setelah beberapa waktu. Tapi, kondisi ini bisa menjadi sensai yang sulit dan menyakitkan hingga memengaruhi pola makan.

2. Mulut kering

Mulut atau lidah kering juga merupakan pertanda mulut kesulitan melakukan tugas utamanya, yaitu mengeluarkan air liur. Terkadang, mulut kering juga bisa terjadi akibat infeksi virus atau autoimun.

Dehidrasi, penggunaan obat-obatan atau kebiasaan makan buruk, yang semuanya bisa terjadi akibat infeksi virus sehingga menyebabkan mulut kering.

Selain itu, mulut kering juga bisa menyebabkan bibir pecah-pecah, kekeringan, tukak lidah, infeksi gusi dan kerusakan gigi. Karena itu, Anda harus konsultasi dengan dokter bila mengalami gejala tersebut.

3. Dygeusia atau perubahan rasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Baru, Ahli China Temukan Virus Baru dari Kelelawar Mirip Covid-19

Ancaman Baru, Ahli China Temukan Virus Baru dari Kelelawar Mirip Covid-19

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 16:04 WIB

Kasus Pertama, Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Washington

Kasus Pertama, Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Washington

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 15:24 WIB

Cegah Virus Corona, CDC Buat Panduan Baru untuk Tempat Penitipan Anak

Cegah Virus Corona, CDC Buat Panduan Baru untuk Tempat Penitipan Anak

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 14:09 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB