5 Varian Baru Virus Corona dari B.1.1.7 hingga N439K

Rifan Aditya

Rabu, 17 Maret 2021 | 07:14 WIB
5 Varian Baru Virus Corona dari B.1.1.7 hingga N439K
Ilustrasi Varian Baru Virus Corona (Suara.com/Tika Nindra)

Suara.com - Virus corona dikabarkan berkembang. Pemerintah Indonesia juga mewaspadai kemungkinan penyebaran varian baru virus corona di Indonesia. Berikut varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah Indonesia dan dunia.

Inggris dan negara lain terpaksa menerapkan kembali karantina mandiri untuk mencegah perluasan penyebaran varian baru virus corona tersebut. Beberapa varian atau mutan virus corona itu adalah:

  • B.1.1.7 asal Inggris
  • B.1.351 dari Afrika
  • P.1 dari Brasil
  • N439K dari Inggris
  • D614G

Saat ini, varian virus B.1.1.7 saat ini telah dilaporkan di 70 negara. Sedangkan virus B.1.351 saat ini dilaporkan telah muncul di 20 negara. Lalu virus P.1 dari Brasil telah dilaporkan di lebih dari 30 negara.

Sementara varian baru virus corona N439K  telah dilaporkan terdapat di 30 negara. Mutasi Covid-19 D614G sudah mendominasi 78 persen kasus di dunia.

Maka dari itu berikut detail kemunculan varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah Indonesia. Simak ciri-ciri varian baru virus corona tersebut.

B.1.1.7

  • Pertama kali muncul di Inggris pada September 2020.
  • Telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.
  • Karakter B.1.17 lebih cepat menular dan dinilai berkaitan dengan peningkatan kematian yang tercatat di negara itu.

B.1.351

  • Pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan pada awal Oktober 2020 lalu.
  • Ditemukan juga di Zambia dan AS. Kasus B.1.351 dilaporkan di Amerika Serikat pada akhir Januari 2021 lalu.
  • Mutasi virus ini dicurigai dapat mempengaruhi netralisasi beberapa antibodi. Akan tetapi tidak terdeteksi meningkatkan risiko keparahan penyakit.

P.1

  • Ditemukan pada 4 pelancong yang berasal dari Brasil saat berada di Bandara Haneda, Jepang.
  • Varian ini terdiri dari protein spike pengikat K417T, E484K, dan N501Y.
  • Virus corona P.1 memiliki 17 mutasi unik, termasuk tiga di domain pengikat reseptor protein spike.
  • Varian P.1 dapat memengaruhi kemampuan antibodi dalam mengenali dan menetralkan virus.

N439K

baca juga
  • Lebih pintar dari varian sebelumnya.
  • mutasi terbaru yang terjadi pada protein spike Covid-19.
  • Ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat.
  • Tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi.

D614G

  • Virus ini 10 kali lebih menular dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
  • Mutasi ini yang juga menghantui kawasan New York, Italia, Inggris dan ditemukan di Singapura serta Malaysia.
  • Diidentifikasi Januari 2020 di Jerman dan China, lalu Februari 2021 beredar di Eropa dan Amerika.

Demikian varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah, tak hanya Indonesia tapi pemerintah di seluruh dunia.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona B117 Sudah Sampai Bogor, Kasus COVID-19 di Bogor Capai 13 Ribu

Virus Corona B117 Sudah Sampai Bogor, Kasus COVID-19 di Bogor Capai 13 Ribu

Bogor | Selasa, 16 Maret 2021 | 17:55 WIB

Studi Temukan Antibodi dari Vaksin Covid-19 Tak Mampu Lawan Varian Baru

Studi Temukan Antibodi dari Vaksin Covid-19 Tak Mampu Lawan Varian Baru

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 17:30 WIB

Apa Itu N439K, Mengenal Mutasi Baru Virus Covid-19

Apa Itu N439K, Mengenal Mutasi Baru Virus Covid-19

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:07 WIB

Terkini

APBD Jakarta Menyusut Rp1,7 T! Anggaran Pendidikan dan Bansos Dipastikan Tetap Aman

APBD Jakarta Menyusut Rp1,7 T! Anggaran Pendidikan dan Bansos Dipastikan Tetap Aman

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:39 WIB

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:39 WIB

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:35 WIB

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:28 WIB

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

×