WHO: Ibu Melahirkan Positif Covid-19 Jangan Dipisahkan dari Bayinya

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 09:25 WIB
WHO: Ibu Melahirkan Positif Covid-19 Jangan Dipisahkan dari Bayinya
Ilustrasi ibu melahirkan dan bayinya. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan agar ibu melahirkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh dipisahkan dari bayinya. WHO mengutip dua studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Lancet EclinicalMedicine dan BMJ Global Health.

Kedua studi tersebut menyatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi kualitas perawatan yang diberikan kepada bayi yang sakit dan bisa berakibat kondisi kritis bahkan kematian.

Karenanya, WHO menyarankan agar para ibu terus berbagi kamar dengan bayinya untuk menyusui dan melakukan kontak langsung kulit ke kulit (skin to skin).

"Sekalipun ada kecurigaan infeksi Covid-19," kata WHO dalam pernyataan persnya, dikutip dari Fox News.

Di banyak negara, ketika seorang ibu terkonfirmasi atau diduga terinfeksi Covid-19, bayinya dipisahkan. Menurut WHO, tindakan itu justru berisiko menyebabkan kematian lebih tinggi dan komplikasi kesehatan seumur hidup bagi bayi yang baru lahir.

"Ini terutama terjadi di negara-negara termiskin di mana jumlah kelahiran prematur dan kematian bayi terbesar terjadi," kata WHO.

Mengutip studi Lancet EclinicalMedicine, WHO menyarankan dilakukan 'perawatan ibu kanguru', di mana bayi yang baru lahir diletakan di dada ibunya. Perawatan itu disebut bantu menyelamatkan nyawa sekitar 125.000 bayi, terutama mereka yang lahir prematur.

"Di antara bayi yang lahir prematur atau berat badan lahir rendah, perawatan ibu kanguru telah terbukti mengurangi kematian bayi sebanyak 40 persen, hipotermia lebih dari 70 persen, dan infeksi parah hingga 65 persen," kata WHO.

Secara terpisah, studi dari BMJ Global Health berdasarkan survei global terhadap sekitar 1.120 penyedia layanan kesehatan neonatal di 62 negara juga menemukan, sekitar dua pertiga fasyankes tidak mengizinkan ibu yang terduga atau terkonfirmasi Covid-19 melakukan kontak kulit dengan bayinya. Sementara hampir 25 persen tidak mengizinkan ibu untuk menyusui.

Sebagian besar dari fasyankes yang disurvei itu mengaku ketakutan akan kesehatan mereka sendiri dan kekurangan alat pelindung diri. Namun, WHO menegaskan bahwa penelitian telah membuktikan sebagian besar tidak ada gejala atau penyakit ringan dari Covid-19 pada bayi baru lahir yang terinfeksi, dengan risiko kematian neonatal yang rendah.

Studi baru itu memperkirakan bahwa risiko bayi baru lahir tertular Covid-19 akan mengakibatkan lebih sedikit dari 2000 kematian. Para ibu baru juga harus dipastikan melakukan pencegahan infeksi yang tepat.

"Gangguan terhadap layanan kesehatan penting selama Covid-19 telah sangat memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan kepada beberapa bayi yang paling rentan. Ini termasuk hak mereka untuk mendapatkan kontak penyelamatan yang dibutuhkan dari orangtuanya," kata Dr. Anshu Banerjee, direktur Kesehatan dan Penuaan Ibu, Bayi Baru Lahir, Anak dan Remaja di WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkurang Terus, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.807 Pasien Positif Covid-19

Berkurang Terus, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.807 Pasien Positif Covid-19

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 09:41 WIB

Puluhan Warga Satu Kawasan di Solo Positif Covid-19, Ini Langkah Gibran

Puluhan Warga Satu Kawasan di Solo Positif Covid-19, Ini Langkah Gibran

Surakarta | Senin, 15 Maret 2021 | 16:34 WIB

Dipulangkan ke RI Positif Corona, Ternyata 69 TKI Bawa Hasil Swab Lama

Dipulangkan ke RI Positif Corona, Ternyata 69 TKI Bawa Hasil Swab Lama

Kalbar | Senin, 15 Maret 2021 | 15:39 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB