Selesai Tahun Depan, Moderna Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Bayi & Anak

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 09:59 WIB
Selesai Tahun Depan, Moderna Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Bayi & Anak
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Suara.com - Perusahaan Moderna telah memulai uji coba vaksin Covid-19 mereka pada bayi berusia enam bulan hingga 11 tahun. Uji coba ini mencakup anak-anak sehat di AS dan Kanada, serta akan dilakukan dalam dua bagian.

Pada tahap pertama, perusahaan akan menguji bagaimana peserta menanggapi berbagai tingkat dosis vaksin.

Anak -anak usia dia atas dua tahun dapat menerima 50 hingga 100 mikogram vaksin per dosis, sednagkan di bawah usia tersebut hanya mendapat 25, 50, atau 100 mikogram.

Setiap anak akan menerima total dua dosis dengan masing-masing dosis diberikan dengan jarak 28 hari, jarak yang sama dengan orang dewasa, lapor Live Science.

Peserta pertama yang divaksinasi dalam setiap kelompok akan menerima dosis vaksin terendah, sehingga peneliti dapat mengawasi efek samping sebelum memberikan dosis yang lebih tinggi kepada anak-anak lain.

Setelah tahap pertama, Moderna akan melakukan analisis sementara untuk menentukan tingkat dosis yang sesuai untuk setiap kelompok umur.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Lalu, anak-anak yang terdaftar di uji coba tahap kedua akan menerima dosis yang dipilih berdasarkan analisis pertama dan beberapa diberi suntikan garam plasebo.

Peneliti akan memantau peserta bayi dan anak-anak ini selama satu tahun setelah vaksinasi mereka, untuk melacak efek samping, tingkat antibodi, dan kasus infeksi Covid-19.

Jika sudah diketahui tingkat antibodi dan infeksi relatif antar kelompok yang diimunisasi dan plasebo, Moderna akan menghitung seberapa protektif vaksin mereka pada bayi dan anak-anak.

"Kami didorong oleh analisis utama studi COVE Tahap 3 mRNA-1273 pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas," kata Stéphane Bancel, CEO Moderna.

"Studi pediatrik ini akan membantu kami menilai potensi keamanan dan imunogenisitas kandidat vaksin Covid-19 dalam populasi usia muda yang penting ini," sambungnya.

Moderna mengatakan ada sekitar 6.750 peserta dalam uji coba ini dan sekarang, mereka sedang melakukannya terhadap 3.000 anak berusia 12 hingga 17 tahun. Perusahaan memprediksi uji coba akan selesai pada Juni tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbandingan Vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna dan AstraZeneca

Perbandingan Vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna dan AstraZeneca

Health | Minggu, 14 Maret 2021 | 18:02 WIB

Antibodi Penetral Vaksin Pfizer & Moderna Kurang Efektif Lawan Varian Baru

Antibodi Penetral Vaksin Pfizer & Moderna Kurang Efektif Lawan Varian Baru

Health | Sabtu, 13 Maret 2021 | 15:41 WIB

Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi

Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 19:33 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB