Mempercepat Kerja Obat, Coba Larutkan Dalam Air Hangat!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 Maret 2021 | 15:00 WIB
Mempercepat Kerja Obat, Coba Larutkan Dalam Air Hangat!
Ilustrasi obat (Pexels)

Suara.com - Demam dan pilek termasuk masalah penyakit ringan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Sehingga kebanyakan orang pasti langsung minum obat untuk mengatasi kondisinya.

Tapi, beberapa orang mungkin ingin obatnya bekerja dengan cepat mengatasi kondisinya. Untungnya, para ilmuwan telah menemukan metode yang bisa mempercepat kerja obat-obatan.

Menurut penelitian dalam Journal Pharmaceutical Research, Anda bisa minum obat menggunakan air panas agar lebih efektif mengatasi flu dan demam.

Minum obat dengan cara dilarutkan dalam air panas bisa membantu tubuh menyerap obat lebih cepat dan membuat Anda merasa lebih baik dalam waktu singkat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti untuk memahami kinerja parasetamol menemukan bahwa minum obat dalam bentuk minuman panas bisa membantu penyerapan lebih cepat, dibandingkan menelan obat tablet secara langsung.

Air panas bisa membantu tubuh menyerap obat lebih cepat dan bertindak lebih cepat dalam satu jam pertama setelah minum obat.

Ilustrasi obat-obatan (pixabay)
Ilustrasi obat-obatan (pixabay)

Pada penelitian tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari 25 relawan pria sehat. Semua peserta diminta minum obat dalam bentuk tablet terlebih dahulu, kemudian meminumnya dengan cara dilarutkan dalam air panas.

Melalui metode pencitraan skintigrafi dan tes darah, mereka menyimpulkan bahwa tubuh menyerap 1.000 mg obat yang sama lebih baik dalam sachet minuman panas, dibandingkan dalam bentuk tablet.

Kenapa obat bisa terserap lebih baik jika dilarutkan dalam air hangat?

Menurut ahli dilansir dari Times of India, minum air hangat membantu pengosongan lambung lebih cepat, di mana makanan yang mengandung gula berpindah dari perut ke usus kecil lebih cepat.

Cara ini membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan antara minum obat dan dimulainya pengendalian gejala. Dalam kata lain, minuman panas bisa membantu untuk memindahkan obat lebih cepat ke dalam usus kecil.

Sehingga obat tersebut memasuki aliran darah lebih cepat dan mulai meredakan ketidaknyamanan Anda. Tim peneliti juga menjelaskan bahwa parasetamil lebih larut dalam air panas dibandingkan air dingin.

Selain itu, suhu minuman juga bisa membantu memecah obat lebih cepat dan membantunya memasuki aliran darah dalam waktu lebih singkat.

Jika Anda ingin hasil yang terbaik dan efektif, larutkan parasetamol dalam segelas air hangat. Tapi ingat, Anda harus menggunakan air putih hangat, bukan air hangat lain.

Karena, air putih bersifat netral dan tidak mengubah komposisi obat, Sedangkan, minum obat pakai susu, kafein dan jus buah bisa memberikan beberapa efek samping negatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kucing Diberi Paracetamol saat Demam, Dokter Hewan Jelaskan Efeknya

Kucing Diberi Paracetamol saat Demam, Dokter Hewan Jelaskan Efeknya

Hits | Rabu, 17 Maret 2021 | 18:07 WIB

Bacaan Doa Minum Obat, Agar Segera Sehat dan Penyakit Terangkat

Bacaan Doa Minum Obat, Agar Segera Sehat dan Penyakit Terangkat

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 16:20 WIB

Begini Cara Kerja Air Hangat dan Dingin Saat Berada Dalam Tubuh

Begini Cara Kerja Air Hangat dan Dingin Saat Berada Dalam Tubuh

Bogor | Minggu, 14 Maret 2021 | 09:37 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB