Jangan Salah, Kecanduan Seks Ternyata Bukan Suatu Diagnosis Psikiatri

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 20 Maret 2021 | 20:45 WIB
Jangan Salah, Kecanduan Seks Ternyata Bukan Suatu Diagnosis Psikiatri
Ilustrasi hubungan seks. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini kita menduga kecanduan seks merupakan sebuah gangguan seksual. Tapi nyatanya, ini bukanlah diagnosis psikiatri yang diterima.

"Kecanduan ditentukan oleh bagaimana zat, perilaku, atau aktivitas memicu reseptor dan respons otak tertentu," kata Ziv Cohen, seorang psikiater forensik dan klinis dan asisten profesor klinis psikiatri di Universitas Columbia.

Itu adalah bukti neurobiologis tentang kecanduan yang telah diamati pada penjudi atau pecandu narkoba atau alkohol. Tetapi sebagian besar tidak ada pada orang yang diidentifikasi sebagai pecandu seks atau pornografi.

Karena alasan ini, kecanduan seks sebelumnya telah ditolak untuk dimasukkan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental American Psychiatric Association.

Buku tersebut merupakan pegangan para profesional sebagai panduan otoratir dalam mendiagnosis gangguan mental, dilansir CNN.

Ilustrasi seks, bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi bercinta. (Shutterstock)

Alasan mengapa 'kecanduan seks' bukanlah kecanduan

Gejala kecanduan meliputi gangguan kontrol atas perilaku, gangguan sosial, penggunaan berisiko yang terus berlanjut meskipun ada risiko fisik dan lainnya yang jelas bagi individu.

Psikiater juga ragu untuk menggolongkan tingkat seksualitas sebagai patologis.

"Ada kekhawatiran jika kita mengatakan ada sesuatu yang disebut 'kecanduan seks', lalu banyak orang yang sebenarnya tidak memilikinya akan mulai berpikir bahwa seksualitas mereka, dorongan seksual mereka, tidak sehat," kata Paul Appelbaum, ketua Komite Pengarah DSM di APA.

baca juga

Selain itu, sulit untuk mengetahui batasan antara dorongan seksual yang sehat dan tidak sehat. Tapi, dorongan seksual yang melanggar hak orang lain mudah diklasifikasikan sebagai patologis.

"Tetapi jika hanya mengatakan bahwa Anda memiliki dorongan seks tinggi, yang membuat Anda menonton banyak pornografi atau membayar orang, lebih sulit untuk secara intrinsik melabeli hal itu sebagai patologis karena tidak terlibat dalam pelaggaran hak orang lain," tandas Cohen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Sering Pelukan Bisa Bikin Orang Kecanduan Seks?

Waduh, Sering Pelukan Bisa Bikin Orang Kecanduan Seks?

Health | Selasa, 19 November 2019 | 03:05 WIB

Kecanduan Seks, Wanita Ini Akui Pernah Tidur dengan Ratusan Pria Asing

Kecanduan Seks, Wanita Ini Akui Pernah Tidur dengan Ratusan Pria Asing

Lifestyle | Minggu, 03 November 2019 | 13:35 WIB

5 Berita Kesehatan Menarik: Efek Gas Air Mata, Tanda Kecanduan Seks

5 Berita Kesehatan Menarik: Efek Gas Air Mata, Tanda Kecanduan Seks

Health | Selasa, 24 September 2019 | 20:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×