Gara-gara Pandemi Covid-19, Kesehatan Gigi dan Mulut Jadi Terabaikan

Minggu, 21 Maret 2021 | 11:55 WIB
Gara-gara Pandemi Covid-19, Kesehatan Gigi dan Mulut Jadi Terabaikan
Kesehatan gigi dan mulut. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 memang meningkatkan kesadaran publik terhadap kesehatan. Tetapi, kebanyakan orang lebih fokus terhadap kesehatan fisik juga mental dan mengabaikan kesehatan gigi dan mulut.

Hasil temuan survei global Pepsodent yang dilakukan pada masa pandemi terhadap 6.700 responden di delapan negara menunjukkan fakta tersebut.

Temuan di Indonesia sebanyak 70 persen masyarakat mengaku hanya fokus menjaga kesehatan fisik dan mental, sementara perawatan gigi dan mulut belum menjadi prioritas.

Bahkan, sebanyak 30 persen responden Indonesia juga mengaku pernah melewati sehari penuh tanpa menyikat gigi. Alasan paling banyak yang disampaikan karena malas menyikat gigi.

Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, dari survei itu juga ditemukan bahwa kebanyakan orang Indonesia mengalami keluhan seperti nyeri pada gigi, gusi atau mulut (31 persen) dan kemunculan karies baru (25 persen).

"Kondisi ini semakin diperburuk karena banyak yang masih enggan memeriksakan diri dengan tingginya risiko penularan virus corona. Sebanyak 59 persen orang mengaku menghindari pergi ke dokter gigi meski giginya bermasalah,” kata drg. Mirah.

Sebagai langkah awal, kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dimulai dari rumah, lanjut Mirah. Dari hasil survei itu juga terungkap bahwa rutinitas anak menyikat gigi sangat dipengaruhi oleh orang tua sebagai role model anak sehari-hari.

Survei memperlihatkan bahwa anak berpotensi 7 kali melewatkan waktu menyikat gigi ketika orangtuanya juga melewatkannya. Sedangkan di Indonesia, angkanya bisa dua kali lipat.

"Akibatnya, secara global kebiasaan anak menyikat gigi dua kali sehari menurun hingga 11 persen jika dibandingkan survei 2018," ucapnya.

Baca Juga: Survei: Pandemi Bikin Masalah Kesehatan Gigi Meningkat, Kenapa?

Survei itu masih sejalan dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes tahun 2018. Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH., mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan menyikat gigi di waktu yang tepat masih sangat rendah.

“Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 89 Tahun 2015, dinyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fakta ini belum dipahami oleh sebagian besar masyarakat karena menurut hasil Riskesdas 2018, perilaku mendasar seperti menyikat gigi di waktu yang tepat pun terbilang masih sangat rendah. Edukasi yang memadai masih sangat dibutuhkan, mari kita bersinergi guna mencapai target yang diharapkan, yakni Indonesia Bebas Karies 2030," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI