Sarapan Sebelum Jam Setengah 9 Bisa Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Selasa, 23 Maret 2021 | 07:56 WIB
Sarapan Sebelum Jam Setengah 9 Bisa Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Ilustrasi sarapan

Suara.com - Diabetes tipe 2 bukan hanya dipengaruhi oleh pola makan Anda, namun juga waktu makan Anda. Dalam hal ini, penelitian baru menunjukkan bahwa makan pagi sebelum jam setengah 9 (8.30) dapat mengurangi risiko Anda terkena diabetes tipe 2.

Melansir dari Medicinenet, orang-orang dalam penelitian yang makan sarapan lebih awal memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dan resistansi insulin yang lebih rendah dibandingkan orang yang sarapan lebih siang. Resistensi insulin terjadi ketika tubuh Anda menjadi resisten terhadap efek hormon insulin yang menyebabkan kadar gula darah meningkat.

"Waktu adalah hal yang penting dan lebih awal tampaknya lebih baik," kata penulis studi Kristen Knutson, seorang profesor di Center for Sleep and Circadian Medicine di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern di Chicago.

"Kemampuan kita untuk memproses makanan yang kita makan bekerja lebih baik di pagi hari," imbuhnya.

Penelitian membagi lebih dari 10.570 orang dewasa dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional menjadi tiga kelompok berdasarkan rentang makan mereka (kurang dari 10 jam, 10- 13 jam, dan lebih dari 13 jam per hari). Peserta selanjutnya disortir berdasarkan waktu mereka mulai makan dalam sehari.

Dan penelitian tersebut menemukan bahwa waktu yaitu sarapan lebih awal membuat perbedaan paling besar dalam resistensi insulin dan kadar gula darah.

"Memang, pemberian makan yang dibatasi waktu lebih awal mungkin lebih baik daripada nanti-nanti, dan langkah selanjutnya adalah intervensi untuk menguji apakah memindahkan makanan bahkan lebih awal pada hari itu memiliki efek menguntungkan," kata Knutson.

Ilustrasi sarapan telur. (Shutterstock)
Ilustrasi sarapan telur. (Shutterstock)

Studi tersebut akan dipresentasikan akhir pekan ini pada pertemuan tahunan virtual Endocrine Society. Penelitian semacam itu dianggap pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.

"Penemuan baru ini masuk akal, Anda lebih baik dalam memproses glukosa atau gula darah di pagi hari dan kemampuan ini berkurang seiring berjalannya waktu," kata Krista Varady, seorang profesor nutrisi di University of Illinois di Chicago yang tak ikut penelitian.

baca juga

Namun peneliti menegaskan bahwa masih perlu penelitian lebih lanjut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Obesitas dengan PCOS 3 Kali Lebih Berisiko Alami Diabetes Tipe 2

Perempuan Obesitas dengan PCOS 3 Kali Lebih Berisiko Alami Diabetes Tipe 2

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 10:21 WIB

Sering Dikonsumsi, Hindari 4 Makanan Berikut untuk Sarapan

Sering Dikonsumsi, Hindari 4 Makanan Berikut untuk Sarapan

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 07:39 WIB

Diare Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2, Ini Hubungannya!

Diare Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2, Ini Hubungannya!

Health | Jum'at, 19 Maret 2021 | 16:17 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×