Studi: Virus Flu Biasa Bisa Beri Perlindungan Terhadap Infeksi Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 23 Maret 2021 | 21:21 WIB
Studi: Virus Flu Biasa Bisa Beri Perlindungan Terhadap Infeksi Covid-19
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan virus flu biasa dapat menawarkan beberapa tingkat perlindungan terhadap infeksi Covid-19.

Studi yang terbit di Journal of Infectious Diseases dan dipimpin oleh para ilmuwan di MRC-University of Glasgow Center for Virus Research (CVR) menemukan rhinovirus manusia, penyebab flu biasa, memicu respons imun bawaan yang tampaknya dapat memblokir replikasi SARS-CoV-2 di sel saluran pernapasan.

Dalam studi lebih lanjut, dilansir dari Medical Xpress, simulasi matematis oleh tim peneliti menunjukkan interaksi virus-virus ini mungkin memiliki efek pada seluruh populasi, dan peningkatan prevalensi rhinovirus manusia dapat mengurangi jumlah kasus Covid-19 baru.

Penelitian sebelumnya menunjukkan interaksi antara rhinovirus dan virus pernapasan lainnya dapat memengaruhi jenis serta tingkat keparahan infeksi pada penderita, cara mereka menginfeksi dan menyebar di antara kelompok orang (pola infeksi).

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan infeksi sel pernapasan manusia dengan SARS-CoV-2 di laboratorium, menciptakan kembali lingkungan seluler tempat infeksi biasanya terjadi.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Mereka kemudian mempelajari replikasi SARS-CoV-2 dalam sel-sel ini, baik dengan rhinovirus maupun tidak.

"Penelitian kami menunjukkan rhinovirus memicu respons imun bawaan dalam sel epitel pernapasan manusia yang menghalangi replikasi SARS-CoV- 2," tutur penulis studi Pablo Murcia, dari MRC-University of Glasgow Center for Virus Research.

"Ini berarti bahwa respons kekebalan yang disebabkan oleh infeksi virus flu biasa yang ringan, dapat memberikan perlindungan sementara terhadap SARS-CoV-2, yang berpotensi memblokir penularan dan mengurangi keparahan Covid-19," sambungnya.

Tahap selanjutnya, peneliti akan mempelajari apa yang terjadi pada tingkat molekuler selama interaksi virus-virus tersebut.

"Kami kemudian dapat menggunakan pengetahuan ini untuk keuntungan kami, semoga mengembangkan strategi dan langkah-langkah pengendalian untuk infeksi Covid-19," lanjutnya.

Selagi penelitian ini dilakukan, Murcia mengatakan vaksinasi merupakan metode perlindungan terbaik kami terhadap Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 Belum Capai Target 1 Juta per Hari, Ini Penjelasannya

Vaksinasi Covid-19 Belum Capai Target 1 Juta per Hari, Ini Penjelasannya

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 20:44 WIB

Mark Sungkar Sempat Dijenguk Keluarga Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Mark Sungkar Sempat Dijenguk Keluarga Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Entertainment | Selasa, 23 Maret 2021 | 20:41 WIB

Dishub Kabupaten Tangerang Ditutup, 15 Pegawai Positif Covid-19

Dishub Kabupaten Tangerang Ditutup, 15 Pegawai Positif Covid-19

Banten | Selasa, 23 Maret 2021 | 20:41 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB