Amakah Menunda Suntikkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19?

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 24 Maret 2021 | 23:55 WIB
Amakah Menunda Suntikkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19?
Ilustrasi: Wirjawan Hardjamulia (104 tahun) bersiap mengikuti vaksinasi COVID-19 di RS Vania, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Suara.com - Beberapa merek vaksin Covid-19 membutuhkan dua dosis untuk bekerja sempurna dan bekerja melindungi masyarakat dari paparan infeksi Covid-19.

Dari dua dosis tersebut, umumnya disuntik dalam rentang waktu dua sampai empat minggu. Pertanyaanya kini, amakah menunda suntikkan dosis kedua vaksin Covid-19?

Seorang dokter bernama Dr. Bipin Jibhkate yang juga Konsultan Pengobatan Perawatan Kritis di Rumah Sakit Wockhardt Mumbai di India mengatakan penting untuk memahami dosis kedua vaksinasi Covid-19.

Ia mengatakan bagaimana suntikan dosis kedua merupakan hal penting agar vaksin berfungsi dengan baik.

"Tapi, bisakah dosis kedua ditunda? Ya, tidak ada masalah jika suntikan vaksin kedua ditunda selama seminggu. Tetapi saya akan merekomendasikan untuk tidak menunda lebih lama lahi," ungkapnya yang dilansir Suara.com dari Healthshots, Rabu (24/3/2021).

Hal ini dijelaskan, bahwa dosis suntikan pertama vaksin tidak cukup membuat tubuh lebih kebal. Ia juga mengatakan, perlu suntikan kedua setelah jeda selama 28 hari.

"Anda bisa mendapat suntikan kedua paling cepat dua puluh delapan hari, dan bisa menundanya selama seminggu," sarannya.

Menurutnya, jika seseorang menunda suntikan dosis kedua selama tiga sampai enam bulan setelah vaksin pertama, maka ia perlu mengambil suntikan yang pertama lagi.

"Itu karena dosis yang tidak lengkap, seperti tidak memenuhi tingkat kekebalan tubuh," ucapnya.

Selain itu, vaksin Covid-19 merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dari keganasan infeksi akibat virus corona baru tersebut. "Memang ada beberapa efek samping kecil dari vaksin ini, tapi dapat dikelola dan juga aman."

Ke depan, ia berharap vaksin sekali pakai akan tersedia di pasaran. Tetapi kekinian, vaksin dua suntikan masih menjadi satu-satunya solusi untuk melindungi diri dari virus Covid-19.

“Di masa depan, vaksinasi sekali pakai mungkin tersedia. Tetapi sampai sekarang, vaksin dua suntikan adalah satu-satunya solusi untuk melindungi diri Anda dari virus corona,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Menyusui Usai Suntik Vaksin Covid-19? Ini Faktanya!

Bolehkah Menyusui Usai Suntik Vaksin Covid-19? Ini Faktanya!

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:25 WIB

Hong Kong Tangguhkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer, Kenapa?

Hong Kong Tangguhkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer, Kenapa?

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 17:50 WIB

Ini Tiga Kelompok Paling Rentan Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Ini Tiga Kelompok Paling Rentan Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB