Berhasil Buat Kit Tes Saliva, Menristek Minta Kalbe Buat Reagen Sendiri

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 25 Maret 2021 | 12:54 WIB
Berhasil Buat Kit Tes Saliva, Menristek Minta Kalbe Buat Reagen Sendiri
Ilustrasi tes air liur atau ludah. (Shutterstock)

Suara.com - Tes saliva atau tes Covid-19 menggunakan air liur memang jadi harapan baru bagi percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, namun sayangnya reagen dari tes saliva masih mengandalkan impor.

Hal ini dibenarkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam acara Inovasi Saliva RT Lamp Kalbe, Kamis (25/3/2021).

"Betul sekali, memang ketersediaan bahan atau reagen ini menjadi salah satu kunci kelancaran pemeriksaan dengan RT Lamp Saliva, dan memang reagen ini masih impor," ujar Prof. Bambang.

Lebih lanjut Bambang berharap, Kalbe sebagai pelopor yang berhasil membuat kit tes saliva bekerjasama dengan peneliti tanah air, lebih lanjut bisa membuat reagen sendiri produk dalam negeri, sehingga tidak tergantung dengan impor.

Ilustrasi tes air liur. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tes air liur. (Sumber: Shutterstock)

"Kita mendorong kepada Kalbe Farma apabila poroduk ini sudah dipakai skala lebih luas dan sudah banyak. Mungkin sudah saatnya juga memikirkan untuk kembangkan reagen sendiri, mengingat skala ekonominya sudah tercapai," ungkap Prof.Bambang.

Meski begitu lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset Inovasi Nasonal (BRIN) itu mengakui ada beberapa pihak yang memang sedang mengembangkan reagen untuk pemeriksaan melalui tes saliva.

Namun ia berharap, semakin peneliti dan ilmuwan proaktif bergerak membuat produk asli dalam negeri, maka akan semakin mudah mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Meskipun ada beberapa pihak juga berupaya kembangkan reagen, intinya kita berupaya tidak harus ketergantungan impor untuk reagen sendiri," pungkas Prof. Bambang.

Sementara itu swab test Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dijadikan sebagai metode standar mendeteksi Covid-19, disebut tidak nyaman karena menimbulkan rasa sakit saat sampel di belakang hidung dan tenggorokan diambil.

baca juga

Namun dengan metode Tes Saliva yang hanya membutuhkan air liur untuk mendeteksi Covid-19 membuat pasien lebih merasa nyaman, karena hanya perlu meludah dalam wadah.

Alat yang digunakan untuk mengambil sampel tes PCR dan tes Saliva ini berbeda, dimana tes swab PCR harus menggunakan Q-tip atau cotton bud panjang dimasukkan ke belakang lubang hidung dan tenggorokan lalu diputar. Tes swab PCR ini dalam dunia medis sering disebut metode invasive.

Sedangkan pada tes saliva, sampel air liur diambil tanpa memasukkan alat ke dalam rongga tubuh manusia, cukup meludah ke wadah kecil untuk nanti sampel tersebut dianalisis.

Itulah mengapa tes saliva dikenal dengan metode non-invasive karena tidak membutuhkan alat yang dimasukkan dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Cepat dan Murah dari Swab PCR, Tes Saliva Bisa Jadi Syarat Bepergian?

Lebih Cepat dan Murah dari Swab PCR, Tes Saliva Bisa Jadi Syarat Bepergian?

Health | Minggu, 21 Maret 2021 | 07:10 WIB

Ingin Tes Saliva Covid-19, Perhatikan Dahulu Hal Ini

Ingin Tes Saliva Covid-19, Perhatikan Dahulu Hal Ini

Health | Sabtu, 20 Maret 2021 | 11:15 WIB

Tes Saliva Covid-19 Setara PCR, Sudahkan Dapat Izin Edar di Indonesia?

Tes Saliva Covid-19 Setara PCR, Sudahkan Dapat Izin Edar di Indonesia?

Health | Sabtu, 20 Maret 2021 | 10:30 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×