Lansia 80 Tahun Terkena Varian Virus Corona Inggris dan Afrika Selatan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 25 Maret 2021 | 13:37 WIB
Lansia 80 Tahun Terkena Varian Virus Corona Inggris dan Afrika Selatan
Ilustrasi virus corona Covid-19, virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Seorang wanita lansia asal Austria dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif virus corona Covid-19. Dokter mengatakan wanita usia 80 tahun itu telah terinfeksi dua varian baru virus corona sekaligus, yakni Inggris dan Afrika Selatan.

Karena wanita itu berusia 80 tahun, maka ia berada dalam daftar prioritas yang akan mendapatkan vaksin Covid-19. Tapi, belum jelas kapan ia akan mulai divaksinasi.

Di samping itu, pemerintah Austria telah mendistribusikan sejumlah vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk masyarakatnya.

Namun, mereka menangguhkan dan menariknya kembali karena khawatir dengan isu pembekuan darah, meskipun regulator obat di Inggris dan Eropa telah menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif digunakan untuk melawan virus corona Covid-19.

Sementara itu, para ahli mengatakan bahwa kondisi wanita lansia yang terinfeksi dua jenis virus corona baru sekaligus sudah baik-baik saja berkat perawatan medis.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Selain Austria, India juga melaporkan kasus seorang wanita terinfeksi dua varian baru virus corona sekaligus. Para ahli di negara bagian Maharashtra bagian barat pun berusaha mencari tahu varian baru virus corona itu lebih menular dan kebal terhadap vaksin Covid-19 atau tidak.

Mereka fokus memeriksa varian baru yang memiliki dua mutasi virus corona Covid-19 sekaligus. Menurut para ahli, hal itu biasa terjadi karena virus terus bermutasi sepanjang waktu.

Tapi dilansir dari The Sun, belum jelas varian baru virus corona ini akan membuat perbedaan dalam cara penyebarannya atau tidak.

Namun, para ahli mengatakan bahwa mutasi virus corona Covid-19 tersebut tidak terkait dengan lonjakan kasus di India.

baca juga

Sebelumnya, seorang juru bicara Negara Bagian Tyrol mengatakan ada sekitar 20 kasus varian baru virus corona Inggris yang terjadi di distrik Schwaz dalam beberapa hari terakhir.

Sekitar 20 kasus itu bisa menunjukkan adanya karakteristik mutasi lebih lanjut. Mutasi ini berkaitan dengan varian baru virus corona Inggris atau B.1.1.7 dengan Afrika Selatan atau E484K.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan di India, Apa Risikonya?

Varian Virus Corona dengan Mutasi Ganda Ditemukan di India, Apa Risikonya?

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 12:22 WIB

Covid-19: Mutasi Ganda Varian Virus Corona Ditemukan di India

Covid-19: Mutasi Ganda Varian Virus Corona Ditemukan di India

News | Kamis, 25 Maret 2021 | 11:14 WIB

Bertambah Ratusan, Kini Pasien Covid-19 di Wisma Atlet jadi 2.341 Orang

Bertambah Ratusan, Kini Pasien Covid-19 di Wisma Atlet jadi 2.341 Orang

News | Kamis, 25 Maret 2021 | 10:14 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×