Begini Saran Ahli Untuk Atasi Kram Perut Saat Menstruasi

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 27 Maret 2021 | 19:08 WIB
Begini Saran Ahli Untuk Atasi Kram Perut Saat Menstruasi
Ilustrasi kram perut saat menstruasi. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Kram perut umum dirasakan beberapa perempuan ketika sedang menstruasi. Meskipun itu termasuk hal normal, kram perut saat menstruasi benar-benar menjengkelkan dan membuat tidak nyaman.

Menurut ginekolog intimate wellbeing INTIMINA Dr Shree Datta, kram perut saat menstruasi sering kali disebabkan oleh kontraksi otot rahim, yang biasanya cenderung dimulai pada hari pertama menstruasi.

Seolah jadi pengetahuan umum, meredakan kram perut akibat menstruasi biasanya dilakukan dengan mengompresnya menggunakan botol berisi air hangat. Tetapi cara itu ternyata tidak ada dalam daftar saran yang direkomendasikan oleh Dr. Shree.

Dikutip dari Mirror, Dr Shree Datta memberikan enam tips menghilangkan kram perut saat menstruasi. Jika dilakukan rutin dan konsisten, hasilnya bisa saja Anda rasakan permanen.

1. Olahraga
Olahraga sangat membantu dalam meredakan kram perut saat menstruasi. Latihan aerobik seperti berjalan kaki atau yoga dianggap merangsang pelepasan beta endorfin, hormon perasaan senang yang dapat membantu meredakan beberapa jenis rasa sakit.

Satu studi menemukan olahraga teratur selama 45-60 menit tiga kali seminggu selama dalam siklus menstruasi dapat mengurangi nyeri haid. Olahraga teratur juga dapat mengatasi masalah lain seperti kembung dan kelelahan yang dapat terjadi pada minggu-minggu sebelum atau setelah menstruasi.

2. Diet Seimbang
Dr Shree Datta merekomendasikan makan makanan seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks dan tinggi serat. Ikan, kacang-kacangan, dan kalsium juga bisa membantu. Minum banyak air membantu mengurangi kembung yang membuat rasa sakit semakin parah.

Namun, sangat disarankan mengurangi kafein karena dapat membatasi pembuluh darah dan membuat nyeri haid lebih sering terjadi.

3. Pakai mesin tens
Mesin ini sebenarnya lebih sering digunakan dalam persalinan. Tetapj menurut Dr Shree juga dapat membantu atasi nyeri haid. Mesin tens adalah perangkat kecil yang dioperasikan dengan baterai dan kabel yang terhubung ke bantalan yang akan pasang langsung ke kulit.

Mesin tens portabel bekerja dengan mengirimkan impuls listrik kecil langsung ke kulit, menghasilkan sensasi kesemutan. Hal itu dapat mengubah sinyal ke otak, mempengaruhi keseimbangan hormonal dan aliran darah hingga mempengaruhi tingkat nyeri.

4. Berhenti minum alkohol dan merokok
Penelitian juga menunjukkan bahwa merokok dan minum alkohol dapat memengaruhi nyeri haid. Faktanya, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko masalah menstruasi.

Perempuan yang telah berhenti merokok masih memiliki risiko lebih tinggi mengalami nyeri haid. Teorinya, komponen dalam tembakau dapat mengurangi aliran darah yang dapat memengaruhi kadar oksigen dan kontraktilitas di dalam rahim.

Sementara hubungan antara alkohol dan nyeri haid belum terlalu pasti, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan risiko ketidaknyamanan dan gejala pramenstruasi yang lebih tinggi menjelang menstruasi.

5. Meditasi
Teknik meditasi dan pernapasan dapat berguna karena membantu menenangkan pikiran. Menstruasi dapat menyebabkan suasana hati yang tidak menyenangkan. Dengan mengurangi perasaan stres, itu artinya kemungkinan mengalami kram saat menstruasi bisa dikurangi.

Penelitian menunjukkan bahwa yoga juga dapat membantu mengurangi gejala PMS fisik seperti retensi air. Dan meskipun tidak ada pedoman ketat, beberapa perempuan menganggap minum teh (mint atau camomile), pijatan lembut, dan berbaring telentang sangat membantu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyeri Haid Berkelanjutan Bisa Jadi Masalah Ginekologi, Ini 5 Gejalanya!

Nyeri Haid Berkelanjutan Bisa Jadi Masalah Ginekologi, Ini 5 Gejalanya!

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 14:07 WIB

Kram Menstruasi Bisa Menyakitkan, Coba Lakukan 5 Langkah Ini!

Kram Menstruasi Bisa Menyakitkan, Coba Lakukan 5 Langkah Ini!

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 19:00 WIB

Kram Saat Menstruasi, Ini Sebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kram Saat Menstruasi, Ini Sebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB