Usai Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Alami Reaksi Alergi Langka di Kulit

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 08:20 WIB
Usai Suntik Vaksin Covid-19, Pria Ini Alami Reaksi Alergi Langka di Kulit
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Seorang pria Virginia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama berhari-hari karena menderita reaksi kulit parah setelah suntik vaksin Covid-19 Johnson & Johnson.

Dokter mengatakan pria bernama Richard Terrel tetap bersyukur telah suntik vaksin Covid-19, meskipun mengalami reaksi alergi setelahnya pada kulit.

Awalnya, ia merasakan gatal di tubuhnya sekitar 3 hingga 4 hari setelah suntik vaksin Covid-19. Kemudian, gejala itu berkembang menjadi ketidaknyamanan sehingga ia harus menjalani perawatan medis di VCU Medical Center.

Karena, ruam di kulitnya akibat reaksi vaksin Covid-19 telah menutupi tubuhnya, dari kepala sampai kaki, kakinya bengkak dan kulitnya mulai mengelupas.

"Itu terasa perih, terbakar dan gatal. Setiap kali saya menekuk lengan atau kaki saya, seperti bagian dalam lutut saya, itu terasa sangat menyakitkan karena kulit bengkak dan bergesekan," ujar Richard Terrel dikutip dari Fox News.

Salah satu dokter kulitnya, Dr. FNU Nutan, mengatakan reaksi yang dialami oleh Richard Terrel merupakan kasus pertama yang terjadi pada vaksin Johnson & Johnson. Tapi, reaksi ini bukan hal yang aneh terjadi pada vaksin Covid-19 atau obat-obatan lainnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Salah satu dokter kulitnya, Dr. FNU Nutan, mengatakan reaksi yang dialami oleh Richard Terrel merupakan kasus pertama yang terjadi pada vaksin Johnson & Johnson. Tapi, reaksi ini bukan hal yang aneh terjadi pada vaksin Covid-19 atau obat-obatan lainnya.

Dr FNU Nutan mengatakan tim medisnya telah bekerja keras untuk menghilangkan pemicu potensial lain yang menyebabkan reaksi alergi kulit, sebelum menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah vaksin Covid-19.

"Banyak pasien datang dan mengaku telah mendapatkan vaksin Covid-19. Kami pun sudah berhati-hati ketika melihat pasien seperti itu. Kami juga memastikan telah mengesampingkan penyebab umum dari reaksi tersebut, seperti antibotik," jelas Nutan.

Sebelum Richard didiagnosis, ia juga sempat menjalani pengujian medis untuk mendeteksi penyakit akibat virus, klamidia, virus corona dan adenovirus. Tetapi, semua hasilnya negatif.

Bahkan ia jugamenjalani pengujian medis untuk deteksi masalah ginjal, hati dan jantung untuk memastikan reaksi pada kulitnya tidak berdampak lebih lanjut.

Nutan mengatakan reaksi kulit yang dialami oleh Richard sangat jarang terjadi. Jadi, reaksi ini kemungkinan disebabkan oleh susunan genetiknya dan pembuatan vaksin Covid-19 yang digunakannya. Sayangnya, belum cukup data untuk membuktikan kondisi tersebut.

Setelah Richard dirawat selama beberapa hari di rumah sakit dengan steroid, cairan, krim dan perban, tim medis pun menyerahkan kasus ini ke Puat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Meskipun tim medis tidak menemukan kasus lain dari reaksi alergi yang dialami Richard dalam literatur atau jurnal mana pun, tapi Nutan yakin bahwa kasus ini tidak hanya 1 di dunia.

"Kondisi ini perlu kita waspadai, tetapi tidak perlu takut. Kami sudah tahu cara mengelolanya, tetapi kami belum mengetahui cara penanganannya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh ! Vaksin Hanya Ampuh Lawan Covid-19 Selama 9 Bulan ?

Waduh ! Vaksin Hanya Ampuh Lawan Covid-19 Selama 9 Bulan ?

Sulsel | Rabu, 31 Maret 2021 | 07:40 WIB

Gelar Vaksinasi Massal, UII Mulai Ancang-ancang Kuliah Tatap Muka

Gelar Vaksinasi Massal, UII Mulai Ancang-ancang Kuliah Tatap Muka

Jogja | Rabu, 31 Maret 2021 | 07:15 WIB

Bolehkah Olahraga Usai Vaksin Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnnya

Bolehkah Olahraga Usai Vaksin Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnnya

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 20:05 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB