Puluhan Orang Kanada Derita Penyakit Otak Misterius, Gejalanya Kejang

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 15:21 WIB
Puluhan Orang Kanada Derita Penyakit Otak Misterius, Gejalanya Kejang
Ilustrasi penyakit otak (Shutterstock)

Suara.com - Para pejabat Kanada, Amerika Serikat, sedang berusaha menemukan penyebab penyakit otak misterius yang telah menyerang 43 orang di provinsi New Brunswick.

Penderita mengalami gejala yang mirip dengan penyakit kelainan otak langka Creutzfeldt-Jakob disease (CJD), seperti hilangnya ingatan, halusinasi, dan atrofi otot.

Kasus pertama yang diketahui berasal dari tahun 2015. Setelahnya, terjadi peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2020, dilaporkan ada 24 kasus, dan tahun ini bertambah enam. Penyakit ini telah merenggut lima orang.

Awalnya dokter menduga ini penyakit CJD, yang disebabkan oleh protein terlipat tidak normal yang disebut prion. Namun, hasil pemeriksaan sejauh ini tidak menunjukkan CJD.

ilustrasi hasil MRI otak (Shutterstock)

"Tidak ada bukti, tidak ada petunjuk, bahkan dalam tiga otopsi yang telah dilakukan, dari penyakit prion manusia," kata Neil Cashman, profesor di Universitas British Columbia, dilansir Live Science.

Beberapa tim peneliti sekarang sedang menyelidiki penyebabnya, yang mungkin merupakan penyakit baru atau beberapa kelainan lain.

Perkembangan gejala pada penderita memburuk dalam 18 hingga 36 bulan, dari rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan dan kejang hingga penurunan kemampuan kognitif, pengecilan otot, serta gigi bergemeletuk.

Sebagian besar kasus sejauh ini ditemukan di Acadian Peninsula di timur laut New Brunswick dan dekat Moncton, kota di tenggara New Brunswick.

Mengingat insiden nampaknya terbatas pada wilayah tertentu, peneliti masih menduga kemungkinan kasusnya disebabkan oleh racun lingkungan.

Beberapa kemungkinan racun tersebut adalah B-methylamino-L-alanine (BMAA) dan asam domoic, yang kedua racun tersebut kadang terkandung di dalam ikan dan kerang.

Namun, Cashman menekankan bahwa ini hanya spekulasi untuk saat ini dan menemukan penyebab sebenarnya bisa memakan waktu hingga seminggu atau, bahkan, setahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Jus Jeruk: Selain Menyegarkan juga Baik untuk Kesehatan Otak

Manfaat Jus Jeruk: Selain Menyegarkan juga Baik untuk Kesehatan Otak

Your Say | Selasa, 30 Maret 2021 | 10:52 WIB

Kisah Gadis Idap Penyakit Otak, Kini Jadi Model meski Pernah Divonis Mati

Kisah Gadis Idap Penyakit Otak, Kini Jadi Model meski Pernah Divonis Mati

Lifestyle | Kamis, 26 November 2020 | 09:32 WIB

Kekurangan Vitamin B12 Bisa Picu Penyakit Otak, Begini Gejalanya

Kekurangan Vitamin B12 Bisa Picu Penyakit Otak, Begini Gejalanya

Health | Minggu, 27 September 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB