Angka Cakupan Masih Rendah, Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19 Lansia

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 18:58 WIB
Angka Cakupan Masih Rendah, Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19 Lansia
Vaksinasi lansia dengan layanan drive-thru di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). [Ist]

Suara.com - Pemerintah terus berupaya mempercepat cakupan vaksin bagi golongan lanjut usia (lansia). Hal itu karena lansia termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular Covid-19.

Menurut Dr. Maxi Rein Rondonuwu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dari target 21,6 juta lansia, baru 1,5 juta yang baru divaksinasi.

“Saya lihat baru terkonsentrasi di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surakarta, Surabaya, dan di Kepulauan Riau,” ungkapnya lewat webinar Partisipasi Lansia, Tugas Bersama, Rabu (31/3/2021).

Dalam situasi tersebut, lanjut dia, perlu komitmen Pemerintah Daerah untuk membantu lansia agar datang ke lokasi vaksinasi. Selain itu, Dr. Maxi menjelaskan bahwa rendahnya cakupan itu juga terjadi karena kekhawatiran yang datang dari anak-anak para lansia.

Vaksinasi covid-19 bagi lansia di Kota Bogor. [Ayobogor.com]
Vaksinasi covid-19 bagi lansia di Kota Bogor. [Ayobogor.com]

“Anak-anak dari lansia ini perlu kita sosialisasikan dengan baik. Ini perlu kerja sama dari kita semua, terutama mensosialisasikan sisi keamanan dari vaksinasi,” paparnya.

Hal ini dibenarkan oleh Prof. Dr. Sri Rezeki, SpA (K), Ketua ITAGI, yang menyatakan bahwa orang berusia muda jangan anggap enteng mengenai penularan Covid-19.

“Kita mesti menggugah para putra-putra lansia ini jangan anggap enteng Covid-19 ini, karena daya tahan lansia memang menurun,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Dr. Adam Prabata, edukasi mengenai manfaat vaksin juga perlu ditunjukkan, termasuk keuntungannya.

“Edukasi kita harus berfokus pada manfaat vaksinasi, kita tunjukkan keuntungannya apa, bukan menunjukkan risikonya apa,” jelasnya.

Terakhir, Prof. Sri memberi pesan untuk mendorong lansia untuk vaksinasi, hal ini merupakan bentuk rasa untuk melindungi. “Pesan saya, kita harus menyayangi para lansia, antara lain melindungi mereka dari Covid-19 lewat vaksinasi ini. Ini perlu direnungkan, bukan hanya untuk pemerintah, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Singkawang, Pasca Temuan Klaster Rumah Tahfidz

Update Covid-19 Singkawang, Pasca Temuan Klaster Rumah Tahfidz

Kalbar | Rabu, 31 Maret 2021 | 18:52 WIB

Pertama di Dunia, Rusia Luncurkan Vaksin COVID-19 untuk Hewan

Pertama di Dunia, Rusia Luncurkan Vaksin COVID-19 untuk Hewan

Health | Rabu, 31 Maret 2021 | 18:32 WIB

Tarif Layanan GeNose di Stasiun Tasikmalaya Rp 30.000

Tarif Layanan GeNose di Stasiun Tasikmalaya Rp 30.000

Bogor | Rabu, 31 Maret 2021 | 17:29 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB