Khawatir Pembekuan Darah, Uji Coba Vaksin AstraZeneca pada Anak Dihentikan!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 07 April 2021 | 14:32 WIB
Khawatir Pembekuan Darah, Uji Coba Vaksin AstraZeneca pada Anak Dihentikan!
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Suara.com - Sejak awal, anak-anak dan wanita hamil tidak dilibatkan dalam fase uji coba kebanyakan vaksin Covid-19. Tapi, anak-anak usia 6 tahun mulai diberi vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari uji klinis baru pada Febuari 2021 ini untuk menguji efektivitasnya.

Uji coba vaksin Covid-19 di Universitas Oxford ini melibatkan 300 sukarelawan untuk menilai vaksin AstraZeneca ini akan menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak usia 6 hingga 17 tahun atau tidak.

Fase percobaan ini akan melihat efeknya pada 240 anak yang diberi vaksin Covid-19 dan lainnya akan menerima suntikan meningitis kontrol.

"Meskipun sebagian besar anak relatif tidak terpengaruh oleh virus corona dan tidak mungkin menderita parah ketika terinfeksi, penting untuk menetapkan tingkat keamanan dan kekebalan yang diperoleh dari vaksin Covid-19 pada anak-anak dan remaja," kata Profesor Andrew Pollard, kepala penyelidik pada uji coba vaksin Oxford dikutip dari Express.

Profesor Andrew Pollard mengatakan uji coba baru ini akan memperluas pemahaman semua orang tentang pengendalian virus corona Covid-19 pada kelompok usia yang lebih muda.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Saat ini, hanya anak-anak dengan risiko tinggi dari infeksi parah akibat virus corona Covid-19 yang akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Tapi, beberapa sumber telah mengungkapkan bahwa anak-anak usia di bawah 18 tahun bisa diberikan suntikan vaksin Covid-19 pada Agustus 2021.

Tapi, sekarang uji coba yang sedang berlangsung telah dihentikan akibat adanya kasus pembekuan darah. Di sisi lain, Profesor Andrew Pollard dari Universitas Oxford mengatakan bahwa tidak ada masalah keamanan pada vaksin AstraZeneca.

Ia juga menambahkan lebih banyak informasi dari Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA). Meskipun tidak ada masalah keamanan dalam uji klinis pediatrik, Andrew tetap ingin menunggu informasi tambahan dari MHRA tentang kasus langka thrombosis atau trombositopenia yang terjadi pada orang dewasa.

"Orang tua dan anak-anak harus mengikuti percobaan dan mendapatkan vaksin Covid-19," jelas Andrew.

baca juga

MHRA pun melaporkan bahwa ada 22 kasus thrombosis sinus vena serebral (CVST) dan 8 kasus thrombosis lainnya dengan trombosit rendah. Jadi, suntik vaksin Covid-19 pada anak-anak masih dipertimbangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AstraZeneca Menangguhkan Uji Coba Klinis Vaksin Covid-19 pada Anak-anak

AstraZeneca Menangguhkan Uji Coba Klinis Vaksin Covid-19 pada Anak-anak

Health | Rabu, 07 April 2021 | 09:06 WIB

India Negara Pembuat Vaksin Covid-19 Terbesar, Kok Cakupannya Rendah?

India Negara Pembuat Vaksin Covid-19 Terbesar, Kok Cakupannya Rendah?

Health | Rabu, 07 April 2021 | 03:05 WIB

Warga Tanjungpinang Demam Setelah Divaksin AstraZeneca, Kadis: Tak Apa-apa

Warga Tanjungpinang Demam Setelah Divaksin AstraZeneca, Kadis: Tak Apa-apa

News | Rabu, 07 April 2021 | 04:00 WIB

Terkini

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×