Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 14:19 WIB
Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya
Ilustrasi fakta-fakta vaksin AstraZeneca (Suara.com/Michelle Illona)

Suara.com - Orang muda di bawah usia 30 di Inggris akan ditawarkan vaksin alternatif selain vaksin Oxford/AstraZeneca. Hal ini dilakukan karena adanya kasus pembekuan darah yang sangat langka yang telah terdeteksi di beberapa penerima di bawah usia 60 tahun.

Melansir dari Independent, sebuah tinjauan oleh European Medicines Agency (EMA) juga menyimpulkan bahwa gumpalan darah ini harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka dari vaksin.

Kondisi yang pembekuan darah ini disebut trombosis sinus vena serebral (CVST), kondisi ketika gumpalan darah di pembuluh darah yang mengalir dari otak yang terkadang memicu kematian. Kondisi ini juga kadang dikombinasikan dengan trombositopenia di mana pasien menunjukkan tingkat trombosit yang rendah secara abnormal.

Pembekuan di perut (splanchnic vein thrombosis) juga telah terdeteksi di antara beberapa penerima vaksin.

Dokter June Raine, kepala Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) mengatakan sistem pemantauan keamanannya mendeteksi adanya potensi efek samping vaksin Covid-19 AstraZeneca pada sejumlah kecil orang.

"Bukti semakin kuat dan tinjauan kami telah menyimpulkan bahwa vaksin telah menyebabkan efek samping ini," katanya.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

MHRA mengatakan ada 79 kasus CVST terkait dengan rendahnya sel trombosit dalam darah. Kondisi tersebut muncul setelah pemberian dosis pertama. Dalam kasus ini 19 orang telah meninggal akibat gangguan pembekuan, tiga di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

Dr Raine mengatakan siapa pun yang memiliki gejala empat hari setelah vaksinasi harus segera datang untuk meminta nasihat medis secepatnya. Gejala yang muncul adalah serangan sakit kepala parah atau terus-menerus, penglihatan kabur, sesak napas, nyeri dada, kaki bengkak, sakit perut terus-menerus, memar kulit yang tidak biasa, atau bintik-bintik di luar tempat suntikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinkes DIY Mulai Vaksinasi Abdi Dalem, Fokus Lansia dan Bagian Pariwisata

Dinkes DIY Mulai Vaksinasi Abdi Dalem, Fokus Lansia dan Bagian Pariwisata

Jogja | Kamis, 08 April 2021 | 14:03 WIB

Menkes Budi Prioritaskan Vaksinasi Lansia di Kota Tujuan Mudik Lebaran

Menkes Budi Prioritaskan Vaksinasi Lansia di Kota Tujuan Mudik Lebaran

News | Kamis, 08 April 2021 | 13:47 WIB

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Jakarta | Kamis, 08 April 2021 | 13:47 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB