Studi: Tidak Ada Hubungan Golongan Darah dan Risiko Terinfeksi Covid-19

Sabtu, 10 April 2021 | 15:54 WIB
Studi: Tidak Ada Hubungan Golongan Darah dan Risiko Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Pada awal pandemi virus corona Covid-19, golongan darah O dinilai paling kebal dari virus corona Covid-19. Tapi, studi baru menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dengan risiko tertular virus corona Covid-19.

Tinjauan terhadap 108 ribu pasien tidak menemukan hubungan sama sekali antara golongan darah dengan risiko virus corona Covid-19.

Meskipun, golongan darah A sempat dikatakan paling berisiko tertular virus corona Covid-19 dibandingkan golongan darah O.

"Dari penelitian besar ini, terlihat bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan kerentanan atau keparahan infeksi virus corona Covid-19," kata Dr Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins dikutip dari WebMD.

Laporan awal dari China menunjukkan bahwa golongan darah bisa memengaruhi risiko virus corona Covid-19. Studi selanjutnya dari Italia dan Spanyol juga mendukung hal itu.

Ilustrasi golongan darah. [National Cancer Institute/Unsplash]
Ilustrasi golongan darah. [National Cancer Institute/Unsplash]

Tapi, penelitian lain di luar Denmark dan Amerika Serikat menawarkan hasil yang beragam dan bertentangan mengenai hal tersebut.

Para peneliti yang dipimpin oleh Dr Jeffrey Anderson, dari Intermountain Medical Center Heart Institute di Murray, Utah menganalisis data dari puluhan ribu pasien dengan Intermountain HealthCare, sistem kesehatan nirlaba dari 24 rumah sakit dan 215 klinik di Utah, Idaho dan Nevada.

Mereka menemukan hampir 11.500 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 dan sisanya negatif. Para peneliti melaporkan bahwa golongan darah tidak berperan penting dalam risiko penularan virus corona Covid-19.

"Saya selalu mengatakan bahwa semua golongan darah ini tidak berarti apa-apa," kara Dr Aaron Glatt, ketua departemen kedokteran dan ahli epidemiologi rumah sakit di Mount Sinai South Nassau di Oceanside, New York.

Baca Juga: Prancis dan Kanada Larang Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 55 Tahun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI