Manfaat Olahraga Sejak Kecil: Berisiko Lebih Rendah Alami Masalah Kecemasan

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 11 April 2021 | 17:00 WIB
Manfaat Olahraga Sejak Kecil: Berisiko Lebih Rendah Alami Masalah Kecemasan
Anak Olahraga. (Elements Envato)

Suara.com - Menurut peneliti UC Riverside, anak olahraga dan melakukan diet sehat dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kesehatan mental mereka saat menginjak usia dewasa.

Dikatakan, anak yang rutin olahraga dan diet sehat memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah sekaligus mengalami perkembangan otak yang lebih baik saat dewasa.

Melakukan diet dan juga olahraga secara konsisten, memang sangat direkomendasikan sebagai cara untuk meningkatkan kesehatan. Studi ini sendiri merupakan penelitian pertama yang memeriksa efek gabungan jangka panjang dari dua faktor tersebut.

"Setiap kali Anda pergi ke dokter dengan kekhawatiran berat badan, pasti mereka merekomendasikan untuk berolahraga dan makan lebih sedikit,” ungkap doktoral fisiologi UCR, Marcell Cadney, sekaligus pemimpin studi.

Peneliti menemukan, olahraga di awal kehidupan anak-anak umumnya dapat mengurangi perilaku cemas saat dewasa. Olahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan massa otot dan otak, jika dilakukan dengan pola makan yang sehat.

Lewat temuan yang diterbitkan dalam Physiology and Behavior ini, para peneliti mencoba meneliti tikus usia muda menjadi empat kelompok.

Pada kelompok pertama, tikus memiliki akses olahraga, diikuti kelompok kedua yang tidak memiliki akses olahraga. Sedangkan kelompok ketiga diberi makanan yang sehat, diikuti kelompok empat yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak.

Peneliti melakukan analisis perilaku tikus dengan mengukur kapasitas aerobik, dan tingkat hormon yang berbeda. Setelah delapan minggu, peneliti menemukan tikus yang menjalani diet sehat, memiliki tingkat kontrol berat badan dan kadar leptin (sel lemak) yang memengaruhi di usia dewasa.

Selain itu, peneliti menemukan tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula saat anak-anak, dapat mengubah mikrobioma seumur hidup.

baca juga

"Temuan kami relevan untuk memahami efek potensial, dari pengurangan aktivitas dan perubahan pola makan yang terkait dengan obesitas," ungkap ahli fisiologi evolusioner UCR, Theodore Garland.

Marcell Cadney mengatakan, selama pembatasan Covid-19, terutama yang terjadi di masa -masa awal, anak-anak sangat jarang berolahraga. Penyebabnya, banyak anak tidak memiliki akses taman di sekitar perumahan, sehingga aktivitas fisiknya hanya sekolah daring.

"Penting bagi kami untuk menemukan solusi bagi anak-anak, termasuk perhatian ekstra saat mereka tumbuh dewasa," ungkapnya. Ia meyakini olahraga terbukti dapat mengurangi kecemasan saat dewasa, maka dari itu anak-anak perlu kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zoomfit Ajak Lebih Banyak Orang Olahraga di Rumah Selama Pandemi

Zoomfit Ajak Lebih Banyak Orang Olahraga di Rumah Selama Pandemi

Health | Minggu, 11 April 2021 | 10:11 WIB

Biasa Olahraga Malam sebelum Tidur? Ini 4 Hal yang Terjadi pada Tubuh

Biasa Olahraga Malam sebelum Tidur? Ini 4 Hal yang Terjadi pada Tubuh

Health | Sabtu, 10 April 2021 | 19:24 WIB

Senam Bogor Berlari Jadi Ikon Baru Kota Bogor

Senam Bogor Berlari Jadi Ikon Baru Kota Bogor

Bogor | Sabtu, 10 April 2021 | 17:11 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×