Vaksin Johnson & Johnson Menyebabkan Penggumpalan Darah Langka, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 14 April 2021 | 14:50 WIB
Vaksin Johnson & Johnson Menyebabkan Penggumpalan Darah Langka, Apa Itu?
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan penghentian sementara penggunaan vaksin Johnson & Johnson.

Penghentian ini menyusul laporan beberapa kasus penggumpalan darah langka yang dikenal sebagai trombosis sinus vena serebral (CVST) pada orang yang menerima vaksin. Seorang wanita di antaranya meninggal dan seorang lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah vaksin Johnson & Johnson yang menyebabkannya. Perusahaan sedang meninjau kasus dengan otoritas kesehatan Eropa dan memutuskan untuk menunda peluncuran vaksin di Eropa.

Apa itu trombosis sinus vena selebral atau CVST?

CVST tidak seperti jenis gumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke otak. Jenis gumpalan ini terbentuk di sinus vena, sebuah ruang di tengkorak yang memungkinkan darah mengalir dari otak.

Sinus di sini berbeda dengan organ yang bermasalah saat Anda sedang kedinginan atau pilek, lapor Health.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

"Kondisi ini pada dasarnya mencegah darah keluar dari otak," jelas Stacey Rose, asisten profesor penyakit dalam dan penyakit menular di Baylor College of Medicine.

Penyumbatan darah inilah yang menyebabkan stroke langka.

Profesor emeritus pediatri di Weill Cornell Medicine di New York City, James Bussel, yang mempelajari kelainan darah, menjelaskan awalnya terjadi ketika trombosit, yang membantu darah menggumpal, aktif. Lalu, gumpalan terbentuk di sinus besar ini.

baca juga

Pada akhirnya proses tersebut akan mengurangi jumlah trombosit dan menyebabkan pendarahan.

FDA dan CDC menyarankan orang penerima vaksin J&J yang mengalami sakit kepala parah, sakit perut, sakit kaki, atau sesak napas dalam waktu tiga minggu setelah vaksinasi untuk segera menghubungi rumah penyedia layanan kesehatan.

Dalam enam kasus yang dilaporkan, gejala muncul enam hingga 13 hari setelah vaksinasi.

"Jelas kita perlu mendapat diagnosis secepat mungkin dari pasien yang mengalami gejala seperti ini," pungkas Rose.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pembekuan Darah, AS hingga Uni Eropa Setop Vaksin Johnson & Johnson

Kasus Pembekuan Darah, AS hingga Uni Eropa Setop Vaksin Johnson & Johnson

News | Rabu, 14 April 2021 | 13:01 WIB

CDC Sebut Pembekuan Darah Vaksin Johnson & Johnson Kasus Langka

CDC Sebut Pembekuan Darah Vaksin Johnson & Johnson Kasus Langka

Health | Rabu, 14 April 2021 | 12:41 WIB

Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara

Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara

Health | Rabu, 14 April 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×