Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 14 April 2021 | 10:45 WIB
Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Vaksin Johnson & Johnson (J&J) disebut berpotensi memicu jenis pembekuan darah yang langka dan parah.

Sebelumnya telah dilaporkan 6 orang penerima mengembangkan jenis pembekuan darah tersebut setelah vaksinasi dengan Johnson & Johnson.

Melansir dari Medicinenet, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa pihaknya akan menangguhkan penggunaan vaksin Johnson & Johnson sementara.

"Enam kasus melibatkan apa yang dikenal sebagai trombosis sinus vena serebral (CVST), jenis gumpalan langka yang terlihat dalam kombinasi dengan tingkat rendah trombosit darah (trombositopenia)," kata Dr. Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi Biologi FDA dan Penelitian dan Dr. Anne Schuchat, Wakil Direktur Utama CDC, mengatakan dalam pernyataan bersama.

"Keenam kasus terjadi di antara wanita berusia antara 18 hingga 48 tahun, dan gejala muncul 6 hingga 13 hari setelah vaksinasi," kata mereka.  Satu kasus meninggal dan wanita kedua di Nebraska berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Lebih dari 6,8 juta dosis vaksin Johnson & Johnson sejauh ini telah disuntikkan. Namun untuk berhati-hati, CDC mengadakan pada Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) untuk meninjau lebih lanjut kasus-kasus ini dan menilai potensi signifikansinya.

Para ahli di FDA kemudian akan meninjau temuan ACIP.

Seperti yang dijelaskan Marks, gumpalan darah meski "sangat jarang", dapat menimbulkan komplikasi dalam pengobatan ketika kondisi itu muncul.

"Perawatan untuk jenis bekuan darah khusus ini berbeda dari perawatan yang biasanya diberikan," kata mereka.

baca juga
Vaksin buatan johnson and johnson (VOA Indonesia)
Vaksin buatan johnson and johnson (VOA Indonesia)

"Salah satu alasan utama diperlukannya tinjauan data adalah agar dokter dapat waspada terhadap potensi masalah dan dapat merencanakan pengenalan dan pengelolaan yang tepat karena perawatan unik yang diperlukan untuk jenis bekuan darah ini," kata kedua pejabat tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Johnson & Johnson mengatakan bahwa bahwa peristiwa tromboemboli termasuk yang dengan trombositopenia telah dilaporkan dengan vaksin Covid-19 tersebut.

Saat ini, tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara peristiwa langka ini dengan vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Titik Masuk Bandar Lampung Dijaga Ketat, Pendatang Ditolak Masuk Jika

5 Titik Masuk Bandar Lampung Dijaga Ketat, Pendatang Ditolak Masuk Jika

Lampung | Rabu, 14 April 2021 | 09:10 WIB

Studi: Kurang Aktivitas Fisik Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Studi: Kurang Aktivitas Fisik Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Health | Rabu, 14 April 2021 | 08:53 WIB

Berburu Menu Berbuka Puasa di Pasar Takjil Benhil

Berburu Menu Berbuka Puasa di Pasar Takjil Benhil

Foto | Rabu, 14 April 2021 | 08:41 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×